LENSAINDONESIA.COM: Wakil Bupati  Bojonegoro Setyo Hartono bersuara lantang terkait proyek raksasa Mobil Cepu Limited (MCL) di Bojonegoro  yang akan digarap PT Samsung dan Tripatra  yang nilainya mencapai triliunan.

“Kontraktor pemenang tender harus pro rakyat dan bisa menyokong pembangunan untuk daerah Bojonegoro,” tandas Setyo saat dikonfirmasi LIcom, Rabu (28/9/2011).

Untuk itu, Pemkab Bojonegoro berkomitmen agar PT Samsung yang menggandeng Tripatra harus menjelaskan secara rinci bidang pekerjaan yang akan dilakukan  termasuk rekrutmen tenaga lokal dan proyek Migas tersebut juga harus bisa menyokong pembangunan yang ada di Bojonegoro.

Meski telah diumumkan pemenangnya BP Migas bahwa sebagai penggarap proyek rekayasa migas akan dikendalikan PT Samsung  dengan mengandeng Tripatra, namun sejauh ini Pemkab Bojonegoro belum memberi rekomendasi apapun terkait dengan proyek raksasa yang akan dikerjakan di Bojonegoro dan sekitarnya tersebut.

Untuk diketahui, pengerjaan Engeering Procurement Construktion I (ECP I) di Blok Cepu akhirnya dimenangkan Tripatra dan Samsung Engineering.

Field Public And Government Affair Manager Mobil Cepu Limited ( MCL) Rexy Mawardijaya kepada LIcom, Rabu (28/9/2011) mengatakan, bahwa Proyek minyak EPC I  resmi dikerjakan Tripatra dan Samsung.

Namun untuk  proyek  EPC 2 hingga EPC 4, lanjut Rexy,  hingga saat ini masih dalam proses tender dan belum di tentukan pemenangnya.

Pengerjakan proyek EPC 1 meliputi pembangunan central processing Fasility ( CPF) atau fasilitas pemrosesan minyak mentah sebelum dialirkan.  Sedangkan proyek EPC 2 adalah pengerjaan pipanisasi darat berdiameter 20 inchi sejauh 72 Km dari sumur Banyuurip Bojonegoro hingga ke bibir pantai Palang  Tuban, EPC 3 adalah pmbangunan pipa 20 inchi dibawah laut sepanjang 23 Km mulai dari Palang hingga tengah laut di Tuban, sedangkan EPC 4 adalah pembangunan menara tambah tangki raksasa berkapasitas 1,7 juta barel di tengah laut yang berfungsi menampung minyak mentah sebelum di kapalkan dan yang terakhir adalah  EPC 5 adalah pengerjaan infrastruktur termasuk di dalamnya pembuatan danau buatan untuk penampungan air sebagai kebutuhan injeksi.

“Semua pembangunan EPC tersebut adalah untuk mempercepat agar minyak di Blok Cepu yang dikerjakan MCL diharapkan full scale pada akhir 2013 dengan produksi minyak sebesar 165 ribu barel per hari,” tandas Rexy.hid/LI-07