LENSAINDONESIA.COM:  Atas nama aktivis muda Partai Demokrat, dua orang yang mengaku sebagai fungsionaris organisasi tersebut, Sulaiman Haikal dan Noel Immanuel Ebenezer mengadakan konferensi pers di Jakarta. Mereka meminta agar Menteri ESDM, Darwin Saleh tidak diganti.

“Soal reshuffle memang hak prerogatif  presiden. Hak prerogatif bukan untuk mengganti saja,  tapi juga mempertahankan. Itu prerogatif dia juga,” ujar Sulaiman Haikal saat jumpa pers di Restoran Pulau Dua, Jakarta, Jumat (30/9).

Menurut Sulaiman, indikator kerja Darwin Saleh saat ini juga tidak terlalu buruk. Ia  mencyntohkan beberapa kasus seperti gangguan pasokan bahan bakar, renegosiasi Migas dan pertambangan. Termasuk,  kerja teranyar mengenai Blok West Madura yang diklaim merupakan prestasi Darwin.

“Segala hal terkait dengan energi kita sekarang, selama enggak ada gangguan pasokan kita belum sadar. Tapi selama ada gangguan, kita sadar. Nyatanya, enggak ada gangguan pasokan. Stabil, renegosiasi migas dan pertambangan untuk optimalkan peningkatan daerah, lalu Blok West Madura,” jelasnya.

Sementara itu aktivis lainnya, Noel Immanuel Ebenezer menduga ada lembaga survei yang baru-baru ini sengaja dipesan untuk mendiskreditkan figur Darwin Saleh, tanpa mengindahkan kaidah-kaidah ilmiah. Mereka mengaitkan masalah asusila kepada Darwin tanpa disertai bukti yang ada. “Mereka sudah gelap mata hingga melakukan fitnah yang murahan,” jelasnya.

Reshuffle kabinet nampaknya menjadi isu yang marak di tengah sejumlah kalangan dan sangat penting. Hal ini terlihat dari berbagai pernyataan dukungan maupun kecaman yang terlontar kepada sejumlah menteri yang menjadi terduga korban reashuffle. Nama Darwin belakangan kerap beredar dalam bursa reshuffle di media maupun di kalangan politisi.

Bentrokan, bahkan sempat pecah kemarin saat sejumlah massa pro Darwin bentrok dengan massa anti Darwin dalam demo dukung mendukung reshuffle di depan kementrian ESDM.day/LI-07