LENSAINDONESIA.COM: Ratusan demonstran mendesak agar Menteri Perdagangan (Mendag) Mari Elka mundur. Mereka menilai menteri yang sudah menjabat dua periode itu gagal dengan membanjirnya impor ke Indonesia.

Impor tersebut terutama terhadap barang-barang dari negeri tirai bambu (China) sehingga makin melemahkan posisi masyarakat, khususnya petani.

”Mari Elka Pangestu harus mundur, karena di bawah kepemimpinan Mari Elka Pangestu, Kementerian Perdagangan semakin parah. Impor makin menggila,” teriak Koordinator Koalisi Bersama Forum Anti Korupsi dan Indag Watch, Muslim Arbi, yang disambut yel-yel dan riuh rendah demonstran yang juga menginginkan Mendag turun saat mendatangi Kantor Menteri Perdagangan (Kemendag), di Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Senin (3/10).

Dalam orasinya, Muslim menyebutkan, produk impor saat ini membanjiri Indonesia, seperti garam, ikan, beras, jagung, bawang merah, cabe, jeruk, kentang, lengkeng, durian, sampai singkong pun diimpor, ditambah dengan membanjirnya barang elektronika berkualitas rendah, sepatu, tekstil dan furnitur kini banyak menguras devisa negara.

”Bahkan Pengrajin rotan di wilayah Cirebon, Jawa Barat seperti yang terjadi di Plered, Sumber dan Plumbon bisnisnya berantakan dan Usaha mereka hancur karena bahan baku rotan dibuka keran ekspornya. Sehingga dampaknya ribuan orang menggangur karena kebijakan ekspor bahan baku tersebut,” kata Muslim.

Dia mencatat, nilai impor pangan semester satu 2010 sebesar Rp 39,91 triliun. Bahkan pada semester satu tahun ini, nilai impor melonjak Rp 45,6 triliun atau naik sekitar Rp 5 triliun dibanding semester yang sama tahun lalu.

Menurutnya, hal itu belum lagi kasus dugaan korupsi di beberapa proyek yang melibatkan orang dekat Mari Elka Pangestu, di antaranya pembelian pesawat China yang digunakan Merpati, pembangunan gedung pameran Shanghai Expo di China, pembangunan pusat bisnis Indonesia di Nangking China, pembelian furnitur tanpa tender dan pembangunan gedung pusdiklat Kemendag yang bernuansa KKN.day/LI-07