LENSAINDONESIA.COM: Sebanyak 8 aktivis dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya Pro Rakyat (Kamus PR) bertelanjang dada membentuk barisan dengan tulisan “SBY Gagal” di dada.

Dalam aksi unjukrasa di Kampus Merah Putih (Untag) tersebut, mahasiswa menolak pemerintahan SBY-Boediono. Mereka sempat melakukan aksi tidur di tengah jalan yang mengakibatkan Jl Semolowaru macet. Sempat terlibat adu mulut dengan polisi, tapi akhirnya aksi mereka dibubarkan polisi karena mengganggu arus lalu lintas dan tanpa pemberitahuan ke polisi.

Haris Udin, koordinator aksi unjukrasa mengatakan, pemerintahan SBY-Boediono gagal mengembang amanah rakyat dan harus diturunkan dari kekuasaannya.

“Pemerintahan ini gagal memimpin negeri. Bukannya membela rakyat, pemerintahan ini malah menjual negeri ini pada pemodal asing,” kata Haris, Rabu (5/10/2011).

Awalnya mereka hanya melakukan orasi, namun ketika melakukan aksi tidur di tengah jalan dan mengakibatkan Jl. Semolowaru macet. Sejumlah anggota polisi yang dipimpin AKP Hendria Lesmana, Kapolsek Sukolilo, meminta para mahasiswa menepi agar tidak mengganggu arus lalu lintas. Tapi upaya ini tidak digubris mahasiswa.

Tak lama kemudian, Kapolsek Sukolilo dengan tegas mengambil spanduk dan bendera merah putih yang dibeber di atas jalan sambil menghalau mahasiswa mundur sampai tepi jalan.

Para mahasiswa yang dihalau tidak terima. Sempat terjadi adu mulut dan saling dorong antara mahasiswa dan Kapolsek.

Mahasiswa juga tidak mau kalah. Mereka sempat mendorong polisi meskipun akhirnya mengalah. Mahasiswa pun diberi kesempatan berorasi di pinggir jalan selama setengah jam.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menuntut nasionalisasi aset-aset negara, usut tuntas kasus Bank Century, hapus sistem kerja kontrak (outsourcing), tolak perjanjian perdagangan bebas, tuntaskan semburan lumpur lapindo, tolak kenaikan tarif dasar listrik (TDL), cabut protap No.01/x/2010 tentang penembakan di tempat, tegakkan demokrasi sejati dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, dan terakhir turunkan SBY-Boediono.ian/LI-07