LENSAINDONESIA.COM: Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya melanjutkan pemeriksaan terhadap dua saksi yang diduga melakukan korupsi dana pra-investasi Pasar Gayungan, Surabaya senilai Rp 2 miliar.

Dana tersebut masuk ke rekening Direktur Keuangan Perusahaan Daerah Pasar Surya (PDPS), Surabaya, Rabu (5/10/2011).

Dua saksi tersebut adalah Direktur Tekhnik Dwi Hari Suryadi dan direktur Pembinaan pedagang Mrabawani. Keduanya diperiksa terkait pengeluaran yang ada di Laporan Pertanggungjawaban pihak direksi PDPS tahun 2010 yang diduga fiktif.

Kepala seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Surabaya, Nur Cahyo Jungkung Madyo, menyatakan, pemeriksaan terhadap dua saksi ini semakin menguatkan dugaan adanya korupsi terkait rencana pembangunan Pasar Gayungan, Surabaya itu ternyata belum dimasukkan ke dalam Rencana Kebutuhan Anggaran (RKA) 2010-2011.

“Dari pemeriksaan tersebut juga ditemukan bahwa uang muka yang rencananya untuk pembangunan pasar ternyata tidak ada, sehingga pembangunan itu fiktif,” tegas Nur Cahyo.

Lanjut Nur Cahyo, pihaknya semakin yakin penyalahgunaan wewenang dalam kasus ini semakin menguat sehingga untuk menetapkan tersangka semakin mengerucut.

“Semakin jelas, dari pemeriksaan hari ini semakin mengerucut siapa yang harus bertanggungjawab,” tambahnya.

Mengenai siapa calon tersangkanya, Nur cahyo enggan mejawab, ”Nanti saja, pada saatnya nanti pasti kita umumkan,” paparnya.

Untuk diketahui, dugaan adanya korupsi di PDPS berawal dari temuan badan pengawas (Bawas) mengenai pengeluaran dana yang dianggap janggal. Hal tersebut mengacu audit akuntan publik terhadap pertanggungjawaban anggaran PDPS 2010. Ada sejumlah pengeluaran dengan nomenklatur uang muka proyek Pasar Gayungsari senilai Rp 2 miliar.

Sebagian anggaran ditransfer ke rekening Soesantyo melalui Bank Mandiri dan bank central asia (BCA). Karyawan melaporkan hal ini pada Ketua Bawas PDPS. Mereka menyatakan keresahannya atas kebocoran anggaran tersebut, dengan melampirkan data-data tentang pengeluaran yang disebut sebagai uang muka proyek.bam/LI-07