LENSAINDONESIA.COM: Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) hari ini menyelenggarakan Pelatihan Pemuda Penggerak Kewirausahaan Desa. Kegiatan ini digelar pada 6-7 Oktober mendatang di Hotel Sahid, Jakarta.

Ketua umum KNPI Doli Kurnia baru saja resmi membuka Pelatihan pemuda penggerak kewirausahaan desa, dalam sambutannya Doli mengatakan, kegiatan itu akan diikuti 1000 peserta.

“Pesertanya dari seluruh unsur pemuda, baik OKP tingkat nasional sampai perangkat KNPI tingkat kabupaten/kota,” kata Doli.

Dijelaskan, “Kami berharap dapat mendorong percepatan pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas ekonomi masyarakat, terutama pemuda. KNPI siap menjadi fasilitator berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat khususnya pemuda,” ujar Doli menegaskan.

Guna meningkatkan mutu pembangunan bagi kaum pemuda yang memiliki kualitas sebagai salah satu ujung tombak pemerintahan,  yang memiliki rasa pencitraan, pemuda harus benar-benar berkarya nyata dan bukan karya kata.

Dijelaskan Doli, rencana Pelatihan pemuda, pemuda lebih memiliki rasa nasionalisme dan berperan aktif dalam setiap konsep pemerintah.

“Yang pasti, pemuda KNPI  jangan hanya menunggu bola. Akan tetapi, pemuda harus lebih aktif dalam setiap pembangunan yang telah dikonsep pemerintah guna memajukan dan mengembangkan serta meningkatkan PAD,” katanya.

KNPI mengingatkan tentang upaya gerakan deparpolisasi yang akhir-akhir ini kian menggejala.

Doli mengharapkan,Partai PAN bisa memelopori upaya untuk menghadang gerakan deparpolisasi yang semakin menggejala akhir-akhir ini.  Terlebih lagi, kata Doli, PAN sebagai partai yang terlahir dari tokoh penggagas reformasi memiliki tanggung jawab besar.

“Partai ini bisa disebut sebagai icon-nya reformasi. Jadi kalau terjadi kegagalan reformasi, maka PAN adalah partai yang paling bertanggung jawab. Jadi kami sebagai kekuatan anak muda yang tetap ingin menuntaskan agenda reformasi dan mendorong agar PAN menjadi garda terdepan untuk itu,” katanya.dody/LI-07