LENSAINDONESIA.COM: Front Pembela Islam (FPI) siap membantu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mencari bukti dan data serta informasi tentang kasus korupsi yang terjadi di Indonesia.

“Kami akan membantu mencari bukti-bukti dan data lengkap supaya bisa ikut ‘memodali’ KPK. Harapannya agar KPK lebih berani melakukan tindakan nyata,” ujar Ketua Umum FPI Habib Riziq di Surabaya, Jumat (7/10/2011).

Pihaknya mengaku perlu membantu KPK mencari bukti untuk membongkar dugaan kasus-kasus korupsi, terlebih banyaknya keterlibatan elit negara yang turut menjadi tersangka korupsi.

Habib Riziq juga meminta KPK agar saat mengusut kasus korupsi tidak menyelesaikannya dari bawah, namun harus dari atasnya terlebih dahulu.

“Saya istilahkan koruptor itu seekor ular. Maka KPK kalau menangkap ular, pukul kepalanya dulu, bukan dari ekornya. Sebab kalau tidak, maka kasusnya menjadi tidak jelas,” ujar dia.

Ia kemudian memberikan contoh kasus Bank Century yang dinilai sangat kental permainanan politiknya.

Pada kesempatan yang sama, salah satu petinggi FPI, Munwarman menyampaikan bahwa pihaknya sudah membentuk Laskar Anti-Korupsi dengan tujuan mendorong penuntasan dan penanganan kasus korupsi.

“Faktor lainnya karena kami melihat pengungkapan yang dilakukan selalu setengah hati. Buktinya, pengungkapan kasus korupsi nuansanya selalu kental dengan politik,” katanya menegaskan.

Meski sudah ada lembaga penegakan hukum antikorupsi, lanjut dia, namun penyelesaian dan penanganan korupsi di Indonesia tidak semakin berkurang, bahkan semakin bertambah.

“Sekarang mana ada yang berkurang, tapi malah terus bertambah pelakunya. Untuk memperkuat efek pencegahannya, maka kami mendesak ada perubahan amandemen UU antikorupsi, dengan menambahkan hukuman mati bagi koruptor yang terbukti,” tegasnya.ans/at/LI-07