LENSAINDONESIA.COM: Untuk mencegah munculnya gejolak di masyarakat, Pertamina akan tetap menyalurkan BBM (Bahan Bakar Minyak) sesuai kebutuhan. Dalam penyalurannya, Pertamina terus berkoordinasi dengan aparat pemerintah dan pihak yang berwajib agar BBM bersubsidi dapat disalurkan tepat sasaran.

Rustam Aji, External Relation PT Pertamina Divre V Jawa Timur mengatakan, realisasi konsumsi premium dan solar bersubsidi di Jawa Timur sejak Januari 2011 hingga 30 September 2011 telah mencapai 3.957.487 kilo liter (KL). Ini berarti sudah 76,5 % dari kuota premium dan solar dalam APBN-P 2011 untuk Jawa Timur, yang mencapai 5,17 juta KL.

“Ini merupakan salah satu upaya Pertamina Divre V, Jawa Timur, berkomitmen untuk tetap menyalurkan BBM sesuai kebutuhan masyarakat di Jawa Timur dengan sisa kuota 23,5 % untuk Oktober-Desember 2011,” ujarnya kepada LENSAINDONESIA.COM, Jumat (7/10/2011).

Demi menjaga BBM bersubsidi agar tidak melebihi kuota hingga akhir 2011 dan tepat sasaran, Pertamina menghimbau kepada masyarakat untuk menggunakan BBM bersubsidi sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.

Jika terjadi indikasi penyalahgunaan dalam hal penyaluran BBM bersubsidi, masyarakat dapat melaporkan ke aparat berwajib atau kepada Pertamina melalui Contact Pertamina di nomor 500-000. Menurutnya, segala bentuk pengaduan atau laporan akan ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur.

“Kebutuhan BBM di Jatim berfluktuasi, namun rata-rata per hari sebesar 9.500 KL untuk premium dan solar sebanyak 4.500 KL,” pungkas Rustam. JEY/LI-10