LENSAINDONESIA.COM: Penyidikan kasus dugaan korupsi senilai Rp 336 juta pada proyek irigasi sekunder saluran Ketandan, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, belum juga maksimal. Hal itu terbukti dengan belum direetnya tersangka ke pengadilan.

Sementara, Lukman Hakim sebagai pelaksana proyek PT Bakti Ikhsani Perdana (BIP) I yang juga adik bupati Nganjuk, Direktur PT BIP Tarmizi Faizal, Konsultan Pengawas PT Arsitekniqiu, Anjar Samsul Anwar dan pejabat pembuat komitmen Dinas PU Pengairan Pemkab Nganjuk Sunyoto Hadi Prayitno, sudah ditetapkan tersangka pada 14 Juli 2011 lalu.

Menurut Kasi Penyidikan Pidsus Ketut Suwadi Artha beberapa waktu lalu, “Mereka diduga melakukan penyimpangan pada proyek irigasi sekunder yang masuk APBD 2009 Pemkab Nganjuk,” ujarnya, Senin (10/10).

Meski mereka sudah resmi sebagai tersangka, pihak Kejati belum mengambil tindakan lebih lanjut terkait kasus tersebut. Sehingga kesannya Kejati sengaja membiarkan tersangka bebas melenggang.

Menurut Muljono, Kasi Penkum Kejati, tersangka mempunyai itikad untuk mengembalikan uang negara. ”Proses jalan terus walaupun masih belum kita lakukan penahanan,” kata Muljono. bam/LI-07