LENSAINDONESIA.COM: Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya melakukan penyidikan terhadap Direktur Utama Ir. Sucipto dan Direktur Keuangan Soesantyo. Keduanya terduga dalam kasus korupsi prainvestasi proyek Pasar Gayungsari oleh Perusahaan Daerah Pasar Surya (PDPS).

Namun, ketika pihak Kejari memanggil dua tersangka, justru tidak mendapat respon positif. Sebab Soesantyo ternyata tidak mau memenuhi panggilan Kejari tanpa alasan jelas. Sementara pihak Kejari beranggapan para tersangka ini sengaja mangkir dari panggilan.

Sebelumnya Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Nurcahyo Jungkung Madyo, saat dikonfirmasi LIcom mengatakan, dua tersangka ini nantinya akan diperiksa sebagai saksi.

“Sucipto diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Soesantyo, sedangkan Soesantyo diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Soecipto,” jelas Nurcahyo, Minggu (9/10/2011).

Dia mengatakan, bukti adanya unsur korupsi pada rencana proyek Pasar Gayungsari itu sudah kuat, dan itu diperoleh dari kantor PDPS beberapa hari lalu. Saat dilakukan penggeledahan, penyidik menemukan salah satu bukti bank keluar (BBK) yang tidak sesuai prosedur. Baca Penyidikan PD Pasar Surya

“Bukti transfer asli ke rekening pribadi Soesantyo juga kita peroleh,” tandas Nur Cahyo.

Terkait temuan baru adanya dana representasi direksi yang mengganjilkan, Nurcahyo enggan berkomentar banyak. Dia juga bergeming ketika ditanya soal kemungkinan adanya tersangka baru, selain Sucipto dan Soesantyo.

Terkait pengembalian uang yang diduga dikorupsi, Nurcahyo menjelaskan, “Soal pengembalian terserah mereka. Yang jelas, dikembalikan atau tidak, sudah ada bukti kalau dalam kasus ini ada perbuatan melawan hukum,” paparnya.

Namun dia menambahkan, bahwa pengembalian uang oleh para tersangka tidak akan menghentikan penyidikan. Hanya saja saat ditanya tentang kemungkinan kedua tersangka akan ditahan, Nurcahyo memilih bungkam.

Adanya dugaan korupsi PDPS ini menguap setelah Badan Pengawas (bawas) PDPS menindaklanjuti hasil audit akuntan publik yang menemukan keganjilan pada laporan pertanggungjawaban keuangan PDPS tahun anggaran 2010.

Kecurigaan semakin menguat setelah karyawan PDPS mengetahui adanya dana prainvestasi proyek Pasar Gayungsari sebesar Rp 2 miliar masuk melalui rekening pribadi Dirkeu PDPS, Soesantyo.

Kejaksaan pun mengusut kasus tersebut. Ditemukanlah bahwa proyek Pasar Gayungsari tidak masuk RAK 2011 alias fiktif. Perkiraan penyidik Pidsus, karena dugaan korupsi ini, negara dirugikan hingga Rp 2,5 miliar.bam/LI-07