LENSAINDONESIA.COM: Sekretaris Jenderal NATO Anders Fogh Rasmussen menegaskan pihaknya akan tetap mengerahkan kekuatan militer di Libya, meski pihak-pihak lain mendesak agar NATO menghentikan keterlibatannya di negara tersebut. NATO beralasan tugasnya di Libya adalah untuk melindungi warga sipil.

“Kami di Libya untuk melindungi penduduk sipil dari serangan dan kita akan terus menjalankan operasi kami selama yang dibutuhkan sehingga kita pastikan tidak ada ancaman terhadap warga sipil,” kata Rasmussen dalam konferensi pers bersama dengan Menlu Rumania Teodor Baconschi, Selasa (11/10/2011) .

Namun, Sekretaris Jenderal NATO itu mengatakan misi NATO di Libya mendekati akhir, dan bahwa aliansi itu siap untuk menyelesaikan operasi sesegera situasi di lapangan menuntut hal itu.

Rasmussen sedang berada di Bucharest untuk sidang tahunan ke-57 Majelis Parlemen NATO yang diadakan antara 7-10 Oktober.

Dia juga bertemu dengan Presiden Rumania Traian Basescu, presiden Senat Mircea Geoana, pembicaraan dengan Wakil Lembaga Legislatif Roberta Anastase, dan Menteri Pertahanan Nasional Gabriel Oprea. dhu/kni/LI-08