Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
EKONOMI & BISNIS

Subsidi BBM akan Dialokasikan ke Pendidikan dan Kesehatan 

LENSAINDONESIA.COM: Soal pengaturan konsumsi BBM subsidi akan dicantumkan dalam perubahan Peraturan Presiden No 55 Tahun 2005 jo Perpres No 9 Tahun 2006 tentang harga jual eceran bahan bakar minyak dalam negeri.

Evita menargetkan revisi peraturan presiden tersebut sudah dapat diselesaikan sebelum Desember sehingga pengaturan konsumsi BBM subsidi tahun depan sudah ada dasar hukumnya.

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan, menjaga alokasi BBM subsidi sebanyak 40 juta kiloliter sesuai dengan APBN 2012 saja sudah membutuhkan banyak usaha.

“Karena kalau ikuti tren tanpa usaha bisa mencapai 44 juta kiloliter,” jelasnya diwawancara usai acara Investment Award di kantor BKPM, Jaksel, Rabu, (12/10/2011).

Permintaan Badan Anggaran untuk menekan porsi konsumsi premium sebanyak 2,5 juta kiloliter, berarti sama dengan meminta pemerintah melakukan upaya ekstra yang lebih kuat. “Bagaimana langkah pembatasannya itu urusan Kementerian ESDM,” ujarnya.

Hatta yakin pelaksanaan pembatasan sudah dapat dijalankan pada 2012, setidaknya mulai bulan April. Menurut dia, Kementerian ESDM sebagai lembaga teknis sudah siap untuk menjalankan program tersebut. “Dari Januari pun sudah bisa,” katanya.

APBN 2012 memutuskan kuota BBM subsidi sebanyak 40 juta kiloliter dengan rincian premium 24,4 juta kilo liter dan minyak tanah serta solar sebanyak 15,6 juta kiloliter.

Namun, Badan Anggaran meminta pemerintah untuk dapat menekan lagi alokasi BBM subsidi jenis premium sebanyak 2,5 juta kiloliter.

Jumlah sebanyak itu sudah didasarkan adanya berbagai upaya keras pemerintah dalam menekan konsumsi bahan bakar minyak bersubsidi. Namun, ada upaya dari DPR RI untuk menurunkan lagi dari 40 juta kiloliter lagi.

“Artinya, penentuan jumlah tersebut sudah didasarkan usaha dibandingkan tahun APBN-P tahun 2011 lebih dari 40 juta kiloliter. Dengan tren pertumbuhan, sebetulnya dibutuhkan subsidi sebanyak 44 juta kiloliter,” kata Hatta.

Baca Juga:  Jaksa milenial bagi-bagi stiker “Kejujuran”, ini di Kabupaten Bekasi

Alasannya, agar subsidi bisa lebih tepat sasaran dan dimanfaatkan di sektor lainnya, seperti pendidikan dan kesehatan.dody/LI-07