Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
DKI

Rumah Sakit Indonesia dalam Dunia yang Bergejolak 

LENSAINDONESIA.COM: Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) mengadakan kegiatan Seminar Nasional XI dan 24th Hospital Expo 2011. Ini merupakan agenda nasional tahunan PERSI, yang akan dilaksanakan pada tanggal 19 sampai -22 Oktober 2011 di Assembly Hall, Jakarta Convention Center, Senayan, Jaksel.

PERSI sebagai organisasi perumahsakitan Indonesia berperan mempersiapkan rumah sakit untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sehingga tercipta mutu pelayanan yang baik serta mampu bersaing dalam dunia perumahsakitan global.

Seminar Nasional XI ini akan membahas topik-topik penting yang berkaitan dengan perumahsakitan di Indonesia dan dunia internasional, dengan tema seminar “Rumah Sakit Indonesia dalam dunia yang Bergejolak; Kiat Mengatasi Perubahan Tata Nilai”.

Bersamaan dengan Seminar Nasional XI ini juga diselenggarakan 24th Hospital Expo 2011 yang diikuti oleh berbagai perusahaan dari dalam negeri dan luar negeri.

Berbagai kemajuan dan perkembangan di bidang alat-alat kesehatan dan rumah sakit bisa didapatkan dalam acara Hospital Expo ini.

Kegiatan Hospital Expo 2011 dengan tema “24th Indonesian Int’l Hospital Medical Pharmaceutical Clinical Laboratories Equipment & Medicine Exhibition” kali ini diikuti oleh lebih dari 100 jumlah stand peserta.

Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan Dr. Supriyantoro, SpP, MARS, yang juga sebagai Dewan Pembina Persi,mengatakan,untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu,

Kementerian Kesehatan (Kemkes) mendorong penerapan program Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) di RS dan Pengembangan Pelayanan Obstetri-nenonatal Emergensi dasar (PONED) di puskesmas.

Dengan PONEK, layanan kebidanan di RS berlangsung 24 jam di instalasi gawat darurat (IGD).

”Keberhasilan penurunan angka kematian ibu dan bayi sangat ditentukan puskesmas yang memberi layanan kesehatan dasar dan rumah sakit sebagai pemberi layanan rujukan,” katanya pada Seminar Nasional XI Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia di Jakarta, Kamis  (20/10).

Sementara itu,Grup Ciputra berencana mengembangkan 15 jaringan rumah sakit (RS) Ciputra Hospital senilai total Rp 3 triliun dalam lima tahun ke depan. Pengembangan rumah sakit hanya dilakukan di proyek properti milik Ciputra.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Ciputra Development Tbk Tulus Santoso mengatakan, setiap pembangunan rumah sakit membutuhkan dana sekitar Rp 100-200 miliar.

“Sumber pendanaannya sebagian besar dari kas internal dan sisanya dari pinjaman perbankan. Tergantung dari investasi pembangunan proyek utama,” ujar Tulus di Jakarta.

Ciputra Development masih melakukan survei di lima lokasi untuk pengembangan rumah sakit baru yakni Jakarta, Makassar, Palembang, Manado, dan Surabaya. Saat ini, perseroan bersiap meresmikan satu Ciputra Hospital di Citra Raya Tangerang pada akhir 2011. “Kami akan pilih lokasi lainnya yang paling siap,” kata Tulus.dody/LI-07