LENSAINDONESIA.COM: Perubahan iklim sudah dapat dirasakan di Indonesia, salah satunya perubahan cuaca ekstrim yang tidak menentu. Setiap waktu terjadi perubahan kecepatan angin dan tingginya arus gelombang di laut.

Indonesia sendiri sebagai negara kepulauan sebagian besar penduduknya bergantung pada hasil pangan dan hasil tangkapan ikan dari nelayan. Maka, perlu perhatian terhadap fenomena perubahan iklim yang akan berdampak pada kegiatan usaha nelayan.

Tanpa disadari, dampak perubahan iklim telah mempengaruhi sekaligus mengurangi produktivitas dan pendapatan bagi nelayan. Nelayan terpaksa gagal melaut karena disebabkan oleh adanya perubahan cuaca yang terjadi di laut,

Di sisi lain, nelayan belum menyadari atau belum memahami pentingnya dampak negatif perubahan iklim serta bagaimana upaya untuk beradaptasi terhadap perubahan iklim tersebut.

Dalam upaya meningkatkan pemahaman akan cuaca, musim, iklim dan perubahan iklim bagi nelayan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui pendanaan dari Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) bekerjasama dengan Kementerian Kelautan dan perikanan Republik Indonesia melalui kegiatan Training of Trainers (TOT) Perubahan iklim untuk sektor kelautan dan perikanan yang berlangsung di Bogor pada tanggal 20 -21 Oktober 2011.

“Kegiatan ini bertujuan untuk dapat memberikan pemahaman kepada penyuluh di sektor perikanan nelayan mengenai informasi perubahan iklim yang terkait dengan aktivitas perikanan yang disediakan oleh BMKG,” kata Dedi Sucahyono, Kepala Sub bidang Analisa Informasi Perubahan Iklim BMKG.

Menurutnya, ICCTF adalah sebuah lembaga yang didirikan oleh pemerintah Indonesia dengan tujuan untuk memberikan kontribusi secara efektif dan efisien untuk pengarusutamaan isu perubahan iklim dalam perencanaan pemerintah dan pelaksanaan kegiatan perubahan iklim di seluruh Indonesia dengn menarik, mengelola dan memobilisasi pendanaan yang mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi emisi, ekonomi rendah karbon dan dapat beradaptasi terhadap dampak perubahan iklim.

Modul bagi penyuluh perikanan dan kelautan yang berisi 8 (delapan) modul yaitu Pengenalan Iklim dan Perubahan Iklim, Fungsi dan Peran Penting Ekosistem Pesisir dan Laut, Karakteristik Laut Indonesia dan Dampak Perubahan Iklim, Dampak Perubahan Iklim Pada Ekosistem Pesisir  dan Laut, Dampak Perubahan Iklim Pada Kegiatan Perikanan dan Ketahanan Pangan, Upaya Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim, Memahami Informasi Iklim dan Perubahan Iiklim, Teknik atau Metode Penyuluhan Terhadap Pelaku Utama dan Pelaku Usaha. Selain itu para peserta juga melakukan kunjungan langsung ke lapangan.

“Bahasa yang disajikan di dalam modul yang diberikan kepada para penyuluh perikanan tidaklah terlalu teknis untuk dapat diserap kepada para nelayan di lapangan, diharapkan dengan pemahaman melalui informasi dari para penyuluh nantinya para nelayan dapat mengambil tindakan yang tepat dalam upaya adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim,” kata Hendra Yusran Siry, Kepala Bidang Pelayanan Teknis dari Balai Riset Sosial Ekonomi Kementerian Kelautan dan Perikanan.day/LI-07