Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
EKONOMI & BISNIS

CTI-CFF Bentuk Sekretariat Permanen Regional 

LENSAINDONESIA.COM: Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C. Sutardjo meminta para pejabat senior negara-negara anggota Coral Triangle Initiative for Corals, Fisheries and Food Security (CTI-CFF) untuk meningkatkan kerjasama sebagai dasar hukum dalam membentuk Sekretariat permanen Regional CTI-CFF.

Demikian disampaikan Sharif saat membuka Pertemuan Tingkat Pejabat Senior Negara (Senior Official Meeting) ke-7 CTI-CFF yang juga dihadiri negara dan organisasi donor CTI-CFF,  seperti Amerika, Australia, dan LSM di Jakarta, Selasa (25/10).

Menurut Sharif, dengan menciptakan kerja sama yang baik maka CTI-CFF bersama mitra kerjanya dapat menentukan langkah lebih lanjut dalam mendapatkan pengakuan di komunitas internasional, khususnya yang terkait dengan penanganan terumbu karang, perikanan, dan ketahanan pangan.

Dengan menyepakati dokumen hukum dalam pembentukan Sekretariat Regional maka CTI-CFF akan memiliki legalitas yang kuat dalam mobilisasi sumber pendanaan baik dari negara anggota maupun yang berasal dari negara donor.

“Setelah menyepakati dan menandatangani dokumen hukum pembentukan Sekretariat Regional CTI-CFF,  saya berharap para pejabat senior dalam pertemuan kali ini juga dapat menentukan mekanisme instrumen kerja agar sekretariat dapat menjalankan fungsinya sesegera dan sebaik mungkin,” ungkap Sharif.

Lebih lanjut Sharif menyatakan, Presiden RI telah berkali-kali meminta kepada Menteri Kelautan dan Perikanan untuk melaporkan perkembangan yang menyangkut pembentukan Sekretariat Regional CTI-CFF  yang bertempat di Manado, Indonesia.

“Untuk itu dalam pertemuan tingkat pejabat senior kali ini saya menekankan agar segala permasalahan yang menyangkut pembentukan Sekretariat dapat diselesaikan dan disepakati bersama sehingga Jumat pagi nanti (28/10) hal tersebut dapat disampaikan secara langsung kepada Presiden”, ujar Sharif. day/LI-07

Baca Juga:  Presiden perintahkan buka ruang investasi industri substitusi impor, tekan defisit