Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
EKONOMI & BISNIS

UKM Batik Mau Disokong Uni Eropa Rp 25 Miliar 

LENSAINDONESIA.COM: Selama tiga hari (25-27 Oktober 2011) ke depan para pemangku kebijakan dan praktisi dari Asia Tenggara dan Uni Eropa akan bertemu di Jakarta untuk membahas perkembangan terakhir mengenai Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan (Sustainable Consumption and Production/SCP).

Acara yang bertujuan menguatkan jejaring ini akan membahas lebih lanjut kemajuan 10 proyek yang tergabung dalam program SWITCH-Asia yang didanai oleh Uni Eropa dalam mempromosikan SCP.

“Komitmen Uni Eropa terhadap Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan semakin besar dan krisis ekonomi saat ini telah menyadarkan semua bahwa kita sampai pada titik dimana perubahan perlu dilakukan,” kata Julia Wilson, Duta Besar/Kepala Delegasi Uni Eropa Untuk Indonesia dalam press conference di Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa (25/10).

Wilson menjelaskan, hasil utama dari networking event ini akan berupa presentasi dari kemajuan proyek yang berfokus kepada perangkat yang telah sukses melibatkan pihak industri dan pemerintah dalam hal manajemen lingkungan dan strategi yang dikembangkan untuk menyebarluaskan informasi mengenai Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan.

“Proyek yang dibantu di Indonesia yakni Proyek Batik Bersih (Clean Batik Initiative Project) senilai 2,2 juta Euro atau Rp 25 miliar,” tambah Ria Noviari Butar-Butar, Programme Manager Forestry, Environment, Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia.

Ria mengungkapkan dana tersebut untuk membantu banyak usaha kecil dan menengah (UKM) dalam mengakses pengetahuan, pelatihan dan teknologi untuk mengurangi dampak polusi baik dari siklus produksi mereka.

“Uni Eropa dalam program SWITCH-Asia akan membantu 600 UKM Batik, dimana di Indonesia ada 500 dan Malaysia ada 100,” ungkap Ria.

Saat ditanya kenapa Batik di Malaysia mendapatkan suntikan dana? Dijawab Ria, “Kami memilih berdasarkan proposal yang masuk seperti good house keeping, chemical management agar penggunaan bahan kimia lebih efisien, serta penggunaan pewarna alami agar mendapatkan hasil karya tradisional menarik yang ramah lingkungan”. rudi/LI-07

Baca Juga:  Gelar Wisuda ke-23, STIAPAS targetkan SDM mandiri dan profesional