LENSAINDONESIA.COM: Dalam aksi unjuk rasa di depan Istana Negara, Jumat (28/10), Polda Metro Jaya menangkap enam orang demonstran yang terlibat bentrok dengan aparat keamanan.

“Mereka kini sedang diperiksa. Kami duga keenam orang tersebut dari kalangan mahasiswa,” ujar Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya, AKBP Nico Afinta.

Dikatakan Nico, massa yang berunjuk rasa di depan Istana Negara bukan cuma mahasiswa. Tapi campuran massa dari elemen masyarakat dan elemen mahasiswa. Jumlah massa yang berdemo kurang lebih 900 orang. “Dalam bentrokan itu, tidak ada korban yang luka,” jelas mantan Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya ini.

Sementara aksi demo memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh hari Jumat (28/10/2011) di depan Gedung DPR/MPR berimbas terhadap kemacetan jalan. Ruas Jl Gatot Subroto, termasuk jalur busway diblokir massa.

Tak pelak, petugas kepolisian lalu lintas mengijinkan bus Transjakarta rute Pinang Ranti-Kalideres masuk ke jalan tol. “Kami langsung mengambil inisiatif dan sejak pukul 10.30WIB, kami mengarahkan busway masuk ke jalan tol,” kata Kepala Urusan Teknologi dan Informasi TMC Polda Metro Jaya, AKP Tri Wibowo, Jumat (28/10/2011) siang.

Sebelumnya, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Baharudin Djafar menyebutkan, pihaknya menerima 11 laporan pemberitahuan kegiatan aksi demo memperingati Hari Sumpah Pemuda. UMR/LI-10