LENSAINDONESIA.COM:  Uni Eropa sampai sekarang masih dipusingkan dengan krisis hutang Yunani rupanya masih belum kehlangan taji. Meski dikabarkan telah menguras hampir setengah cadangannya, Uni Eropa kembali menghutangi Indonesia dengan ‘label’ Perjanjian Pendanaan Uni Eropa-Indonesia Trade Cooperation Facility (TFC) sebesar 12,5 juta Euro.

Pendanaan itu bagi Indonesia akan digunakan sebagai alat pembayaran perdagangan dengan Uni Eropa di luar hutang resmi Uni Eropa yang diberikan Indonesia. Ditegaskan Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto pada lensaindonesia pada Sabtu (5/11), di Jakarta.

“Paket bantuan ini jangan ditafsiri yang bagaimana, kami berterimakasih pada Uni Eropa atas dukungan bantuan untuk digunakan pemicu iklim perdagangan,” jelasnya dalam pesan singkat elektroniknya.

Program inovatif tersebut menyediakan dukungan pengembangan kapasitas kepada kementerian/lembaga (K/L) yang terlibat dalam peningkatan iklim perdagangan dan investasi. Penandatanganan kucuran bantuan dilakukan pada, Jum’at (4/11) di Jakarta.

Ditegaskan Senior Officer Uni Eropa Dirk Meganck saat penandatangan bahwa, The Trade Cooperation akan memberikan dukungan terhadap usaha pemerintah dalam meningkatkan perdagangan dan investasi. Sebagai perwakilan resmi Uni Eropa,

Dick membeberkan bahwa Uni Eropa juga akan memantau juga isu-isu krisis pada hubungan perdagangan dan investasi Uni Eropa dan Indonesia. Ia juga menguraikan meski sejumlah negara dalam Uni Eropa sedang krisis, Indonesia tak perlu risau.

Dirk menambahkan, TCF merupakan program pengembangan kapasitas yang dirancang berdasarkan dialog kebijakan yang intens antarmitra.

“Program ini akan memperkuat kapasitas lembaga-lembaga pemerintah untuk melanjutkan inisiatif reformasi di area terpilih dalam rangka peningkatan perdagangan dan investas,” tukasnya. and/LI-11-07