LENSAINDONESIA.COM: Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.

Peranan kegiatan pembiayaan KUKM antara lain, membuka kesempatan KUKM terhadap akses permodalan atau kredit, membuka akses kebijakan dan membantu pertumbuhan lembaga-lembaga pembiayaan lembaga penjaminan, membina, mengawasi dan menilai kesehatan KSP/USP/KJKS. Selain itu juga Menjajagi sumber-sumber pendanaan lain yang dapat diakses KUKM.

Menurut Deputi Bidang Pembiayaan Kementrian Negara KUKM, DR. Ir. Pariaman Sinaga, MM, mengatakan, ”Kebijakan dan program pembiayaan bagi koperasi Usaha mikro, kecil, dan menengah yang diterapkan kementerian Koperasi dan usaha kecil dan menengah Republik Indonesia, dilakukan Peningkatan iklim usaha yang kondusif bagi koperasi dan UMKM,” jelasnya saat menyampaikan materi Sumber Pembiayaan UKM di acara Sosialisasi dan bimbingan proses realisasi permodalan bagi anggota Dekranasda DKI Jakarta, Selasa, (8/11/2011).

Pariaman Sinaga menambahkan, “Program Penataan peraturan perundang-undangan terkait perkoperasian, LKM, pendaftaran dan perijinan usaha, lokasi usaha, penggunaan produksi dalam negeri, dan penyebarluasan teknologi tepat guna, beserta ketentuan pelaksanaannya. KUR merupakan fasilitas pembiayaan yang dapat diakses oleh UMKM dan Koperasi terutama yang memiliki usaha yang layak namun belum bankable. Maksudnya adalah usaha tersebut memiliki prospek bisnis yang baik dan memiliki kemampuan untuk mengembalikan,“ katanya.

“Program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL) pada dasarnya merupakan wujud tanggung jawab sosial BUMN (CSR) kepada masyarakat. Secara umum, CSR diwujudkan dengan upaya-upaya untuk memberdayakan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan sosial dan pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkesinambungan, dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Kredit Usaha Rakyat (KUR), 1. Penjaminan dari pemerintah (usaha pertanian 80% via Askrindo dan Jamkrindo). 2. Sumber dana dari Bank yang bersangkutan (executing). 3. Penerima pelaku usaha KUKM. 4. Sekitar 5000 debitur KUR ( yang belum bankable) telah bermigrasi menjadi debitur komersial.5. Perluasan penyaluran KUR oleh Bank pembangunan daerah ditetapkan sebagai Bank pelaksana KUR.dody/LI-07