LENSAINDONESIA.COM: Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan dipastikan menghadiri perhelatan akbar Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN dan  East Asian Summit di Bali yang rencananya akan dibuka oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, Jum’at (18/11) dan akan dihadiri para kepala negara anggota ASEAN dan negara mitranya.

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN dan  East Asian Summit sepakat menginginkan terciptanya 4 Pilar demi terciptanya Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 dengan mengedepankan Pasar tunggal dan basis produksi regional, Kawasan Berdaya saing tinggi, Kawasan dengan Pembangunan ekonomi yang merata dan Kawasan yang terintegrasi dengan perekonomian dunia.

Indonesia menyambut baik kegiatan ini karena ini dapat menjadi dukungan bagi prinsip-prinsip serta upaya yang dilakukan oleh masyarakat ASEAN dan mendorong Usaha Kecil dan Menengah (UKM) ke KTT Asean di Bali. Memastikan pengentasan UKM dari keterpurukan alias ketimpangan ekonomi sesama negara anggota.

“99% usaha kita UKM. Penekanannya adalah pembangunan pilar ketiga Asean, yakni pengentasan jurang ekonomi. Kita ingin pastikan keadilan bagi pengusaha kita,” kata Direktur Kerjasama Asean, Iman Pambagyo, di kantornya, di Jakarta, Selasa (08/11).

Iman juga mengatakan bahwa Indonesia akan mendorong agar UKM berjumlah 52 juta (data tahun 2007) itu menjadi unit usaha yang bankable. “Jadi UKM kita tidak hanya dapat kredit,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Iman juga mempertanyakan apakah pembinaan UKM di tanah air sama seperti di Malaysia.

“Di Kemenperin ada UKM, di Kemendag ada Dagang Kecil Menengah dan di Kementerian Koperasi dan UKM.  Apakah pembinaan UKM di kementerian sudah terintegrasi, saya nggak tahu. Di Malaysia ada Kementeriannya,” paparnya.

Untuk lebih mendorong daya saing UKM ke depan, KTT Asean akan mengadakan SME award. “Diadakan juga SME (small and medium enterpricess) award,” imbuhnya.day/LI-07