LENSAINDONESIA.COM: Pemberian kredit di Indonesia tumbuh 42 persen. Angka ini tumbuh lebih tinggi dua kali lipat dari rata-rata pertumbuhan industri yang hanya mencapai 17 persen.  Penyaluran kredit yang dilakukan Commonwealth Bank Indonesia, pada Kamis  (10/11/2011) ini diniatkan agar terjadinya pertumbuhan ekonomi Indonesia mengumumkan total pertumbuhan penyaluran kredit yang mencapai 42 persen. Angka ini tumbuh lebih dari dua kali lipat dari rata-rata pertumbuhan industri yang hanya 17 persen.

“Baik di tingkat nasional maupun lokal, melalui pertumbuhan bisnis yang signifikan serta layanan nasabah yang dapat memberikan akses kepada kesejahteraan masyarakat,” ujar Presiden Direktur Commonwealth Bank Indonesia, Tony Costa dalam rilis resmi yang diterima lensaindonesia.com.

Pertumbuhan penyaluran kredit, seperti diakui Commonwealth Bank Indonesia, turut memicu pertumbuhan ekonomi dalam dua tahun ini. Penyaluran kredit Commonwealth Bank Indonesia bisa lewat kredit komersial, kredit untuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM), serta kredit konsumen.

Fokus pada pertumbuhan kredit ini adalah satu bentuk komitmen Commonwealth Bank di Indonesia. Posisi strategis Indonesia dari segi geografis, populasi penduduk yang didominasi oleh usia produktif, jumlah masyarakat kelas menengah yang terus bertumbuh, serta konsumsi domestiknya yang kuat menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasar terpenting untuk Commonwealth Bank
Australia.

Adanya peluang itu, Commonwealth Bank Indonesia meyakin sebagai satu faktor kunci yang dapat mendorong pertumbuhan penyaluran kredit kami ke depan. Sampai September 2011 (year to date), pertumbuhan kredit komersial Bank Commonwealth Indonesia mencapai 41 persen. Sementara pada periode yang sama kredit UKM berhasil bertumbuh hingga 30 persen.

Faktor lainnya yang menjadi penggerak pertumbuhan kredit Commonwealth Bank Indonesia adalah kredit konsumer. Kredit ini kebanyakan berasal dari kredit perumahan. Commonwealth Bank Indonesia kini membidik peluang untuk memberikan kredit  bisnis kredit perumahan (KPR). Alasannya, industri properti di Indonesia terus bertumbuh secara signifikan dengan prediksi pertumbuhan sebesar 10-15 persen
dari Rp155 triliun di tahun 2010 menjadi Rp173,6 triliun di tahun 2011 (sumber: REI, 2010).

Hingga kini, strategi Commonwealth Bank Indonesia untuk meningkatkan bisnis kredit perumahannya adalah dengan memasuki pasar perumahan primer. Pada September 2011 lalu, Commonwealth Bank Indonesia melakukan kerjasama dengan Grup Ciputra yang menjadikan bank kami sebagai bank asing pertama yang menawarkan KPR untuk berbagai proyek perumahan dari Ciputra Grup.

“Kami memiliki beragam produk dan fasilitas kredit serta layanan perdagangan untuk nasabah kami di Indonesia. Mereka dapat menikmati keuntungan dari berbagai solusi perbankan yang kami berikan untuk memenuhi kebutuhan mereka,” ujar Director of Retail and Business Banking Commonwealth Bank Indonesia, Ian Whitehead.

Sementara di Jawa Timur, sebagai pusat dari aktivitas logistik dan perkapalan sekaligus propinsi dengan perekonomian kedua terbesar di Indonesia, memiliki posisi yang sangat strategis untuk pertumbuhan di sektor perdagangan, manufaktur dan aktivitas industrial lainnya.
Selain itu, jumlah masyarakat kelas menengah yang terus bertumbuh di Indonesia sebagian besar juga berasal dari Jawa Timur, atau Surabaya secara lebih spesifik.

Berdasarkan atas hal tersebut, Commonwealth Bank Indonesia melihat potensi yang sangat besar di Jawa Timur dan berkomitmen tinggi dalam mendorong pertumbuhan bisnisnya di propinsi ini. Dengan 16 kantor cabang, Jawa Timur merupakan jaringan Commonwealth Bank terbesar di Indonesia setelah Jakarta.

Pilar kunci pertumbuhan bisnis Commonwealth Bank Indonesia pada 2012 berfokus pada mengembangkan bisnis perbankan komersial dan UKM. Komitmen ini sepenuhnya didukung oleh Commonwealth Bank Australia. Sejalan dengan keyakinan Commonwealth Bank Australia terhadap Indonesia sebagai pasar yang sangat penting, pemegang saham dari Commonwealth Bank Indonesia ini telah menyuntikan tambahan modal sebesar Rp 234 miliar pada bulan Juni 2011. Pendanaan ini akan digunakan oleh Commonwealth Bank Indonesia untuk ekspansi jaringan, investasi pada teknologi, serta sumber daya manusia.

Sebagai perwakilan lembaga keuangan terbesar Australia yang beroperasi di Indonesia, Commonwealth Bank Indonesia ikut mendukung hubungan bilateral Indonesia dan Australia.

“Sebagai bank yang mengerti pasar Indonesia maupun Australia, Commonwealth Bank Indonesia dapat membantu nasabah UKM dan perbankan komersial dengan memberikan akses kepada jaringan Commonwealth Bank Group yang luas di Australia dan daerah-daerah lainnya di Asia,” kata Tony.

Akan keberadaan lembaga keuangan negeri Kangguru ini di Indonesia, Duta Besar Australia untuk Indonesia, Greg Moriarty, mengatakan, “Hubungan Australia dan Indonesia sangatlah kuat, termasuk dalam sektor perdagangan dan pendidikan. Sinergi ini dibangun di atas kepentingan kedua negara untuk saling memberi manfaat satu sama lain.”

Selain itu Indonesia adalah pasar yang sangat penting bagi Australia. Dalam sektor pendidikan, Commonwealth Bank Indonesia juga menyediakan layanan AusStudent, yang ditujukan untuk orang tua dengan anak yang bersekolah di Australia. rudi/LI-11-07