LENSAINDONESIA.COM: Shell menerapkan sistem standarisasi layanan dengan mengutamakan keselamatan dan kontribusi secara merata. Sebagai perusahaan yang melakukan perluasan bisnis bidang energi dan perminyakan, Shell menambah explorasi produksi minyak dan gas di darat maupun lepas pantai, terutama segment pasar Indonesia.

Retail District Manager Shell Indonesia, Armita Indradini menyampaikan, investasi yang dilakukan Shell di Jawa Timur saat ini sangat berpotensi, dikarenakan memiliki pertumbuhan dasar dari keseluruhan produk domestik bruto Indonesia sebesar 14,8 %, setelah DKI Jakarta.

“Shell optimis mengembangkan pasar SPBU di Surabaya. Selain itu kami ingin hadir di lokasi-lokasi strategis yang terjangkau masyarakat, agar mendapatkan akses terhadap bahan bakar berkualitas, serta meningkatkan pelayanan mutu, dan mengembangkan inovasi teknologi untuk menjaga produk bahan bakar berkualitas,” ujarnya kepada LIcom, Rabu, (09/11/2011) di area SPBU Shell jl. A.Yani Surabaya.

Jumlah perluasan jaringan SPBU Shell sendiri, sambung Armita indradini, kini sudah mencapai 52 SPBU. Dan itu, tersebar di 45 SPBU wilayah Jabodetabek, dan 7 SPBU Surabaya, dan Sidoarjo, JawaTimur.

Melalui penerapan standart QQS, yakni, Quality (kualitas), Quantity (kuantitas), dan Service (pelayanan), diharapkan mampu mencapai target sebagai bahan bakar yang berstandart internasional.

Sementara Teritory Manager area Surabaya, Krisna, mengatakan, dominasi pertumbuhan lalu lintas kendaraan bermotor, baik mobil dan motor yang mengalami peningkatan 5-10 %.

“Jumlah tersebut cukup berpeluang untuk mendapatkan tempat perluasan jaringan baru bagi SPBU Shell sendiri, asalkan ijin yang diberikan terpenuhi dengan kuota regulasi yang kami ajukan ke pemerintah provinsi Jawa Timur,” ujarnya.

Sedangkan,Operation Support Manager Shell Indonesia, Arfindi Batubara, menambahkan, jumlah populasi bisnis pengelolaan SPBU Shell semakin bertambah, dengan sistem CODO (Company on Dealer Operate), dimana pengoperasian dilakukan oleh retailer yang merupakan mitra kerja dari Shell.

“Beberapa produk yang ditawarkan pun sama, yakni bensin solar, dan kenyamanan kemudahan produk, seperti adanya mini market Cirkle-K, yang juga sebagai mitra kerja Shell di bidang retail. ini semua untuk memberikan pelayanan prima kepada konsumen yang mengisi bahan bakar di SPBU Shell,” imbuhnya

Tak hanya itu, Abdul Halim, Tehnical Manager Shell Indonesia, juga menyatakan, sesuai dengan peraturan pemerintah yang ditetapkan, SPBU Shell menggunakan oktan 92 (shell super), dan oktan 95 (shell super extra), dimana dapat membantu menjaga mesin tetap bersih dan menghemat konsumsi bahan bakar.

Secara penjualan total, diakui Marketing Manager Shell Indonesia, Mardi Arminto, menjelaskan, untuk kebutuhan saat ini SPBU Shell telah melayani 80 juta liter untuk mwilayah jakarta, kalimantan, dan Surabaya.

“Jumlah tersebut ,tentunya sangat relevan jika disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan industri otomotif yang terus meningkat per tahunnya, ini sekaligus menjadikan SPBU Shell memberikan kesempatan bagi para wirausahawan-i baru untuk membuka peluang usaha seluas-luasnyamembangun bisnisbersama shell di bidang SPBU,” pungkasnya.jey/LI-07