LENSAINDONESIA.COM: Nasabah mikro banking di Indonesia memiliki cara yang unik dalam berbisnis. Untuk itu BRI Syariah berusaha memenuhi kebutuhan dan tantangan yang ada dengan beberapa kunci penting, yaitu produk yang sederhana (kontrak dan penghitungannya mudah dipahami), keberagaman produk dan layanan (menguntungkan secara fungsional dan emosional), bisa diakses (bisa dilakukan melalui saluran fisik dan elektronik), serta manajemen risiko yang kuat dengan mitigasi risiko transparan. Boleh dikatakan bahwa Secara khusus bank syariah ini memberikan layanan berkelanjutan untuk rantai bisnis dari pemasok hingga pengecer.

“Kami sangat fokus terhadap pada produk dan layanannya pada segmen mikro, bahkan kami melayani segmen ini dengan memberi nilai tambah dari yang mereka harapkan dengan menawarkan produk dan layanan finansial yang sederhana,” kata V entje Rahardjo, Direktur Utama PT Bank BRISyariah dalam acara Developing 8 (D8) Workshop on Islamic Microfinance dengan tema The Role of Islamic Microfinance in Economic Prosperity and Community Empowerment di Jakarta, Jum’at  (11/11).

Menurut Ventje, Sektor mikro di Indonesia menjadi salah satu penggerak yang signifikan dalam perekonomian Indonesia. Karena itu, BRISyariah berkomitmen untuk mendukung dan menumbuhkan sektor ini, hal ini terlihat dari Portofolio pembiayaan yang telah disalurkan kepada nasabah mikro oleh BRISyariah pada tahun ini akan menginjak di angka Rp 1,2 Triliun dan naik sebesar 176 persen dari tahun sebelumnya.day/LI-07