LENSAINDONESIA.COM: Kim Jong Chui (53), warga Korea Selatan yang menculik Beby Kimora di Jl Putat Indah Timur, Surabaya, kini duduk di kursi pesakitan, Kamis (10/11).

Kim Jong menculik bayi hubungan hasil hubungan gelapnya itu bersama Umi Fadhilah alias Linda.

Dia kini menjadi terdakwa dalam kasus pidana penculikan anak. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menilai bahwa terdakwa telah melanggar pasal 83 UU No. 23 tahun 2003 tentang perlindungan anak.

Dalam persidangan, dakwaan JPU menyatakan, penculikan itu terjadi pada bulan Juni lalu, sewaktu ibu Kimora, Karina Andriani, sedang tidak di rumah.

Terdakwa memanfaatkan momen tersebut, hingga dia leluasa membawa kabur bayi berumur 3 bulan itu. Terdakwa membawa Kimora anaknya ke Perum Citraland, Surabaya dengan maksud dititipkan kepada kerabatnya.

Penculikan itu baru diketahui ketika Karina pulang ke rumahnya. Namun, dia mengetahui bayinya sudah tidak di tempatnya. Melihat anaknya tidak ada, Karina sebagai ibu kandung Beby menanyakan keberadaannya kepada terdakwa.

Karena tidak ingin diketahui perbuatannya, terdakwa pun berpura-pura tidak mengetahui keberadaan anaknya. Akhirnya, Karina segera mendatangi kantor polisi untuk melaporkan atas kejadian yang menimpa bayinya.

Terdakwa mengelak atas tuduhan penculikan terhadap Kimora. Ia mengaku, bahwa Beby Kimora dianggap sebagai anaknya, “Saya merasa anak yang saya bawa anaknya. Dan saya sebagai orang tua dari anak itu, berhak untuk membawanya” tambahnya.

Menurut Ririn JPU asal Kejari Surabaya, pengganti JPU Djauharul Fushuus, menilai tindakan terdakwa dan Karina sebagai pasangan kumpul kebo. Keduanya tidak memiliki surat nikah secara resmi, “Kumpul kebo, surat pernikahan nasionalnya tidak ada,” jelasnya.

Atas perbuatannya terdakwa dianggap melanggar pasal pasal 330 ayat (2), 331 KUHP dan melanggar pasal 83 UU No. 23 tahun 2003 tentang perlindungan anak.bam/LI-07