LENSAINDONESIA.COM: Bertujuan meningkatkan industri pelayaran, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkonsentrasi membangun pabrik Kapal di Kabupaten Lamongan.

Untuk merealisasikannya, Pemprov pun telah menyediakan lahan seluas 2000 hektar. Lebih luar biasa lagi, nilai investasi industri perkapalan tersebut mencapai Rp. 9 Triliun.

“Tujuan pemrov Jatim membangun industri perkapalan adalah untuk memberdayakan industry pelayaran nasional,” kata Jumadi, Kepala Bidang Perekonomian Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jatim di Kantor Bappeda, Selasa (15/11).

Menurutnya, berbagai langkah telah ditempuh untuk segera merealisasikan proyek tersebut termasuk sisi hukumnya. Ia menyebut, dasar hukum pembangunan industri kapal tersebut telah sesuai dengan Inpres No 5 Tahun 2005 yang menganut asas cabotage tentang angkutan laut domestic harus diangkut oleh kapal berbendera Indonesia dan dioperasikan oleh perusahaan Indonesia.

“Asas ini sudah umum berlaku di Negara-negara lain. Sudah saatnya, Jatim dan Indonesia menjadi tuan rumah industri pelayaran,” ujarnya.

Jumadi mepaparkan, potensi besar jasa reparasi perkapalan di kawasan Indonesia Timur sangat efektif untuk membagun industri galangan kapal. Terlebih, keberadaan Pelebuhan Tanjung perak sebagai pelabuhan Internasional terbesar kedua setalah merupakan pertimbangan tersendiri bagi pemprov Jatim untuk memfokuskan pemangunan industri ini.

Bila pabrik kapal milik Pemprov Jatim ini mampu bersaing dengan PT PAL Indonesia dan PT Dok, dipastikan akan meningkatkan kontribusi secara ekonomis bagi Jatim maupun nasioanal. “Pembangunan akan dimulai pada 2012 nanti,”singkat Jumadi.rid/LI-07