LENSAINDONESIA.COM: Kementerian perhubungan memberikan klarifikasi terhadap informasi yang telah beredar di beberapa media massa terkait tingginya pembatalan (delay)  keberangkatan dari salah satu maskapai Indonesia Air Asia (IAA) dalam Evaluasi On Time Performance (OTP) 6 (enam) maskapai penerbangan di Indonesia.

“Yang benar sesungguhnya adalah IAA adalah maskapai dengan pembatalan paling sedikit. Kami dari Pusat komunikasi publik Kementerian Perhubungan sesungguhnya menyadari terdapat kekeliruan dalam pemberian informasi tertulis tentang Evaluasi On Time Performance 6 (enam) Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal Periode Januari – Juni 2011 (Semester I Tahun 2011) yang telah disampaikan terdahulu yaitu data Pembatalan Penerbangan Bulan Januari – Juni 2011 sesuai yang telah dimuat pada lembar ke 5 (lima) dari informasi tertulis Kementerian Perhubungan, di mana data pembatalan penerbangan Indonesia Air Asia pada bulan Januari – Juni tercatat 0 %,” papar Bambang Ervan kepada lensaindonesia.com, di Jakarta, Selasa (15/11).

Seperti diberitakan di beberapa media massa beberapa waktu lalu, bahwa IAA merupakan maskapai dengan pembatalan penerbangan tertinggi yaitu 471 penerbangan. Padahal, IAA pada Januari-Juni 2011 tidak melakukan pembatalan penerbangan sekali pun.

“Sejatinya data pembatalan tersebut sebenarnya tidak benar. Karena data itu berdasarkan perhitungan penerbangan IAA dengan rute Jakarta-Surabaya dan Jakarta-Medan yang sudah tidak diterbangi maskapai tersebut. Padahal IAA sudah menutup rute itu sejak akhir tahun lalu, jadi memang IAA tidak terbang pada rute tersebut, tetapi masih ada pencatatan. Bahkan bisa dikategorikan bahwa Indonesia Air Asia Bukan Merupakan Maskapai Terbanyak Melakukan Pembatalan,” tutur Bambang.day/LI-07