LENSAINDONESIA.COM: Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Jawa Timur, menggelar acara Jatim Travel Mart (JTM) 2011 yang merupakan bagian dari peran swasta (industri pariwisata) dalam upaya promosi potensi wisata di Jawa Timur.

Jawa Timur memiliki 763 obyek daya tarik wisata (ODTW) yang tersebar di 38 kabupaten/kota belum tereksplorasi dengan baik. Potensi yang demikian besar, menurut Dwi Cahyono, Ketua BPPD Jatim, perlu dikomunikasikan dan dipasarkan untuk pasar domestik maupun pasar wisatawan mancanegara.

Acara yang digelar 18-20 Nopember 2011 di Hotel Kusuma Agrowisata, Batu, diikuti oleh 60 seller yang merupakan pelaku industri pariwisata Jawa Timur, baik pengelola obyek wisata maupun agen wisata yang menawarkan paket-paket wisata. Adapun buyer yang merupakan travel agent dari seluruh Indonesia juga diikuti sejumlah 60 delegasi.

Sementara Eddy Rumpoko Walikota Batu, merasa sangat tersanjung dan bangga dengan penyelenggaraan Jatim Travel Mart untuk pertama kalinya di Kota Batu. “Ini merupakan penyemangat bagi kami untuk terus mengembangkan pariwisata Batu, khususnya dan tentu bagi provinsi Jawa Timur,” kata Walikota Eddy Rumpoko yang bertindak sebagai tuan rumah.

Eddy Rumpoko menambahkan, sektor pariwisata di Jawa Timur tidak kalah dengan Ancol, misalnya, yang tiap tahun mampu menarik 11 juta wisatawan. Ia bahkan sangat yakin, target Kota Batu untuk mendatangkan 4-5 juta wisatawan bisa terealisasi.

Dr H. Jarianto, MSi, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, yang membuka acara JTM mewakili Gubernur Jatim, sekali lagi menekankan potensi pariwisata Jawa Timur yang luar biasa besar. Jawa Timur, papar Jarianto, memang masih urutan kelima setelah Bali, Jogja, Batam dan Riau dalam menggaet wisatawan manca negara. Namun, bila menyangkut wiatawan nusantara, Jawa Timur berada di urutan pertama. Jawa Timur merupakan destinasi wisata utama bagi wisatawan nusantara.

Pemerintah Jawa Timur juga terus mengupayakan perbaikan dan peningkatan infrastruktur untuk mendukung pengembangan pariwisata di Jawa Timur. “Tidak lama lagi, akan ada 8 bandara lokal di Jatim. ini bentuk dukungan pemerintah bagi sektor pariwisata,” kata Dr Jarianto.

Dr Jarianto mewakili gubernur juga menyambut baik pelaksanaan Jatim Travel Mart untuk kali pertama ini. Ia bahkan mendorong agar JTM bisa digelar rutin tiap 4 bulan di kabupaten/kota bergantian di seluruh Jawa Timur.
Sedangkan Direktur Eksekutif Badan Promosi Pariwisata Jawa Timur, Arief Rahman, menambahkan pelaksanaan Jatim Travel Mart ini masih penuh keterbatasan. Sebenarnya, terang Arief Rahman, peminat untuk buyer mencapai 106. Tetapi baru bisa diakomodir 60 buyer saja.

“Tapi kita patut berbangga, JTM merupakan even promosi pariwisata pertama kalinya di Indonesia oleh pelaku industri pariwisata yang terwadahi dalam Badan Promosi Pariwisata Jawa Timur,” katanya.

Bagaimanapun pun, tambahnya, ini prestasi tersendiri. BPPD Jawa Timur yang merupakan amanat UU No. 9/2010 terbentuk paling awal dari provinsi-provinsi lain di Indonesia. Bahkan, sebelum Badan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI) terbentuk.rif/LI-07