LENSAINDONESIA.COM: Pemprov Jatim melalui Wira Jatim Group gelar peresmian tiang pancang (Ground Breaking) pembangunan Hotel Bekizaar di Jl Basuki Rahmat 15 Surabaya, Jumat(18/11/2011) Pagi. Rencananya di atas lahan seluas 500 meter persegi tersebut akan dibangun hotel yang memiliki segmentasi bisnis.

Hal tersebut juga dikarenakan kurangnya nilai tambah lahan strategis milik Wira Jatim Group sebagai salah satu BUMD Pemprov Jatim.

Dalam sebuah acara yang dikemas dalam bentuk peresmian tiang pancang (Ground Breaking) itu juga dihadiri sekaligus diresmikan oleh Bambang DH Wawali Kota Surabaya. Peresmian tiang pancang tersebut dilakukan oleh Bambang DH Wawali kota Surabaya karena pembangunan hotel bisnis dengan nama “Bekizaar” ini sangat membantu pembangunan pariwisata di kota Surabaya.

Arif Afandi Direktur Utama PT Wira Jatim dalam sambutannya berharap agar keberadaan Hotel Bekizaar yang merupakan sub bidang usaha pertama sejak dirinya menjadi pimpinan, bisa menambah omset PAD kota Surabaya disamping bidang usaha Wira Jatim lainnya.

“Hotel bisnis ini direncanakan akan dibangun dengan 8 lantai dan memiliki kapasitas 80 kamar, disamping itu design gedung tetap menyesuaikan dengan lokasi yang masuk kawasan cagar budaya, tentu diharapkan bisa turut memperbaiki situs pusat kota Pahlawan,” ujar Arif pada wartawan.

Secara terpisah Bambang DH dalam sambutannya juga mendukung pengembangan usaha PT Wira Usaha Jatim yang kini mulai merambah ke bidang perhotelan untuk mendukung pembangunan pariwisata di kota Surabaya.

“Terobosan ini memang bisa dianggap bagus dan akan membawa perubahan di PT Wira Usaha Jatim yang dipimpinnya, untuk Surabaya juga sangat diuntungkan, disamping menambah ikon pariwisata juga membantu pengentasan pengangguran karena akan menyerap tenaga kerja, yang pasti juga akan berdampak kepada omset PAD kita,” ujar Bambang DH.

Menurut Arif, pembangunan hotel tersebut akan menalan biaya 32 miliar yang dananya bersumber dari perusahaan dan dibantu oleh pihak perbankan dimana  sesuai rencana sebelumnya Hotel Bekizaar ini ditargetkan bulan Mei 2012 sudah selesai dibangun hanya saja keinginan itu harus berhadapan dengan liku liku aturan yang ada.

“Hotel ini milik perusahaan Wira Usaha Jatim artinya milik Pemprov Jatim, yang nantinya akan dijadikan pilot project untuk pembangunan hotel di seluruh wilayah Jawa Timur, karena merupakan usaha dibidang hotel yang pertama kali,” pungkas mantan wartawan itu.mas/LI-07