LENSAINDONESIA.COM: Melanjutkan sukses Investor Summit Capital Market Expo 2011, di Jakarta, kini PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Surabaya, kembali menggelar ajang perjhelatan akbar yang melibatkan 12 emiten yang mempunyai brand di pasar modal, khusus untuk area Surabaya.

BEI akan mendatangkan langsung para pakar pasar modal guna mengedukasi kepada masyarakat tentang keberadaan melakukan investasi melalui pasar modal.

Acara ini akan dibuka langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, kemudian diikuti dengan ketua Bappepam-LK, Nurhaida, serta menghadirkan direktur utama BEI, Ito Warsito. Dan hari keduanya akan diisi dengan praktisi pasar modal, yakni, Nico Omer Jonckkheere, dengan topik market outlook 2011, kemudian dilanjutkan dengan investor succses story oleh gj Kreisna Dewantara Gozali.

Bertepatan pula, dalam rangka HUT pasar modal yang ke-34, Kepala Unit Informasi dan Pemasaran Bursa Efek Indonesia (BEI) Surabaya, Nur Harjantie, mengatakan, bahwa target pengunjung pada “Investor Summit and Capital Market Expo 2011″ di Surabaya, sebanyak 1.000 pengunjung.

“Ini  dikarenakan untuk pasar Kota Surabaya, kami masih melihat potensi kemampuannya terlebih dahulu, terlebih jika berbanding DKI Jakarta, tentunya 50% dari target, yang sudah tercapai, yakni 2500 pengunjung, melebihi dari 2000 pengunjung, target yang sudah ditentukan,” ujar Nur Harjantie kepada LIcom, Selasa, (22/11/2011).

Nur Harjantie menambahkan, jumlah pemilik rekening efek saham di Jatim baru mencapai kisaran 37.000, untuk kota Surabaya masih 25.000, sedangkan secara nasional mencapai 800.000. Sementara jumlah perusahaan yang telah go public dari provinsi hanya 35 emiten. Jumlah tersebut sangat kecil dibandingkan jumlah penduduk Jatim yang lebih dari 37 juta.

“Hal ini membuktikan, bahwa jumlah masyarakat yang berpartisipasi di pasar modal juga sangat kecil, masih di bawah 1% dari jumlah penduduk Indonesia,” terang Nur Harjantie.

Melihat jumlah penduduk yang bekerja pada sektor formal, lanjut Nur Harjantie, pada Agustus 2011 mengalami peningkatan sebesar 405,57 ribu orang, sedangkan penduduk yang bekerja pada sektor informal turun sebesar 871,25 ribu orang. Artinya laju pertumbuhan bisnis pasar modal ini juga masih tergantung tingkat pemerataan stabilitas ekonomi masing-masing pelaku pasar modal. dimana negara tetangga sudah mencapai 5% pertumbuhan partisipasi pasar modal, yakni Singapura dan Malaysia.

Pada tahun 2012, tutur Nur Harjantie, BEI mempunyai target Bank Jatim dan Maspion akan mengisi dan berperan untuk menjadi emiten baru, yang mana sekaligus mengenalkan pada calon investor baru guna mengembangkan pertumbuhan sektor ekonomi bisnis melalui pasar modal saham.

Saat ini, beberapa emiten-emiten tersebut antara lain PT Indosat Tbk, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, PT Wijaya Karya Tbk, dan PT Bukopin Tbk, PT Bank Bukopin Tbk, PT Tambang Batubara Bukit Asam (persero) Tbk, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk, PT Martina Berto Tbk.

“Tujuan dariapada Investor Summit Capital Market Expo 2011 ini, tak lain hanya menjadi sarana bagi para investor untuk mewujudkan sinergi strategis dikalangan pasar modal  terutama regulator dan pelaku dalam memanfaatkan peluang bisnis dan investasi yang tersedia,” pungkasnya.jey/LI-07