LENSAINDONESIA.COM: Dalam upaya meningkatkan kerja sama kelautan dan perikanan Indonesia dan Korea Selatan, hari ini (23/11) Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C.Sutardjo menerima kunjungan Menteri Pangan, Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Republik Korea, Suh Kyu Yong.

Dihadapan Yong, Sharif menegaskan bahwa perikanan akan dikembangkan berbasiskan industri agar produk perikanan yang dihasilkan memiliki nilai tambah dan meningkatkan pendapatan masyarakat. “Industrialisasi perikanan melalui penguatan industri perikanan dalam negeri merupakan strategi yang akan dilaksanakan”, ujarnya.

Menurutnya, industrialisasi adalah sebuah proses intervensi pemerintah, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing nelayan tradisional, menambah jumlah pelaku industri tradisional, dan akhirnya untuk memunculkan pemain industri nasional untuk bersaing di pasar
internasional. Dengan industrialisasi nelayan adalah subjek bukan objek. Karena nelayan yang sejahtera adalah input dari suatu proses industrialisasi yang berdaya saing tinggi.

Lebih lanjut Sharif  pun menegaskan bahwa Korea merupakan salah satu negara mitra Indonesia yang strategis sejak ditandatangani deklarasi kerjasama perikanan kedua negara tahun 2006. Disamping itu, kedua negara juga telah menandatangani Arrangement on the Cooperation in Quality Control and Hygiene Safety of Import and Export Fish and Fishery Products.

Republik Korea memiliki keunggulan dalam hal teknologi kelautan dan perikanan. Kerja sama kedua negara juga akan didorong dalam hal pengembangan marine ranching, species conservation, eco-tourism, integrated coastal zone management, dan industri perikanan terpadu.

Untuk merealisasikan pengembangan industri perikanan kedua negara, KKP telah mengundang Korean Maritime Institute, serta instistusi korea lainnya seperti Pukyong National University, Korean Institute of Maritime and Fisheries Technology, dan Korea International Cooperation Agency/KOICA.

“Kerjasama antara KKP dan dengan Korea secara aktif merupakan upaya Indonesia dalam menggali kemampuan Korea dalam bidang Industri keilmiahan serta riset kelautan dan perikanan, pengembangan dan peningkatan kapasitas teknologi kelautan, energi alternatif bersumber laut, pengelolaan berkelanjutan dan terpadu ekosistem laut dan pesisir, konservasi sumberdaya hayati perikanan serta pembentukan pusat kajian kebijakan kelautan, termasuk pendidikan kelautan dan perikanan”, terang Sharif.

Menurutnya, peluang-peluang tersebut akan ditempuh melalui pelatihan, lokakarya serta peningkatan kapasitas lainnya, seperti riset dan pengembangan bersama, pertukaran tenaga ahli, informasi dan data terkait. Untuk implementasi kesepakatan tersebut, KKP bersama Korea akan menunjuk focal point masing-masing untuk membahas langkah operasional kerjasama riset.day/LI-07