LENSAINDONESIA.COM: Sekitar 250 peternak susu segar, anggota Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS), mengadakan syukuran atas perbaikan kesejahtraan yang didapat dari mengikuti program pengembangan susu segar selama dua tahun. Pasalnya, mereka telah berhasil meningkatkan kualitas dan kuantitas susu segar yang mereka produksi tiap hari.

Acara tersebut dihadiri oleh Duta Besar Kerajaan Belanda  untuk Indonesia Tjeerd F. De Zwaan, President Direktur PT Frisian Flag Indonesia Marco Spits dan Wakil Bupati Bandung Selatan Deden Rumaji dan Aun Gunawan Kepala KPBS.

Program pengembangan susu segar ini merupakan usaha kolaborasi antara KPBS dan PT Frisian Flag Indonesia(FFI) produsen nutrisi berbasis susu di Indonesia sekaligus anak perusahaan dari Friesland Campina. Dalam kesempatan itu, koperasi peternak susu segar terbesar  di dunia menerima dana bantuan dari pemerintah belanda.

Nilai awal dari program ini yang dimulai pada pertengahan 2009 adalah Rp 4,29 miliar, enam puluh persen dari total pendanaan tersebut atau Rp 2,597 miliar merupakan dana bantuan dari pemerintah Belanda, sementar sisanya dari FFI dan KPBS.

Selama dua tahun terakhir FFI juga memberikan dana bantuan sebesar Rp 2 miliar untuk pelatihan, edukasi dan aktivitas sosialisasi tambahan untuk para petrnak. Program ini juga bagian dari investasi berkelanjutan FFI sebesar Rp 600 miliar pada program pengembangan susu segar untuk peternak di Indonesia selama tujuh tahun terakhir.

Sebagai anak perusahaan dari Frisian Flag Campina, koperasi peternak susu segar terbesar di dunia dengan pengalaman lebih dari 130 tahun dan beranggotakan 20.375 peternak yang tersebar di Belanda, Belgia dan German, FFI berkomitmen untuk terus bekerjasama dengan mitra penting yaitu peternak susu segar dan koperasi di Indonesia.

Dikatakan Maco Spits Presiden Direktur FFI di Pengalengan Bandung Selatan, Selasa (22/11), “Dengan pengalaman dan pengetahuan kami yang luas tentang susu segar kami percaya bahwa peternak susu segar di Indonesia memiliki potensi besar untuk berkompetisi secara global. Upaya kolaborasi ini telah membuktikan  bahwa dengan manajemen peternakan yang lebih baik, kualitas dan kuantitas susu segar dapat ditingkatkan sehingga memberikan nilai tambah bagi penghasilan keluarga,” ujarnya.

Marco menambahkan, program ini sangat penting bagi perusahaan karena membantu konsistensi pasokan susu segar untuk bahan baku yang digunakan untuk produksi dan dapat mengurangi volume susu impor.

“Kami sangat senang dengan kemajuan yang dicapai oleh perternak di bawah KPBS, kami telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan kesejahtraan peternak susu segar di Pangalengan. Pemerintah Belanda memberikan dukungan dana sebesar Rp 4,6 miliar untuk Development Assistance bagi berbagai negara di dunia demi mendukung kemitraan dengan pemerintah, organisasi masyarakat serta institusi pendidikan dan bisnis,” kata Tjeerd F.de Zwaan Duta Besar Belanda untuk Indonesia.

“Sebelum program ini anggota KPBS Pangalengan memproduksi 127 ton susu segar per hari setelah program pengembangan susu segar yang berjalan selama dua tahun ini anggota KPBS mampu meningkatkan kuantitas susu segar menjadi 145 ton dengan kuantitas yang memenuhi standar pasokan susu segar industri,” kata Aun Gunawan.

“Dengan peningkatan kualitas dan kuantitas susu segar yang dihasilkan peternak susu segar Pangalengan berhasil meningkatkan harga susu segar per liter sebesar 4,8 persen sehingga meningkatkan pendapatan dan kesejahtraan keluarga peternak. KPBS juga berhasil meningkatkan harga jual susu segar untuk FFI dari Rp 3.580 per liter menjadi Rp3.700 per liter dengan peningkatan rata-rata total produksi susu segar sebesar 46 persen,” tambah Aun.kas/LI-07