LENSAINDONESIA.COM: Tuntutan PT Kereta Api kepada pemerintah agar diijinkan untuk membeli BBM dengan harga bahan bakar bersubsidi. Karena selama ini PT KA harus membeli ВВМ non subsidi seharga Rp 9.000/liter, sementara harga BBM bersubsidi Rp 4.500/liter karena dianggap selama ini mendapatkan perlakuan tidak adil dengan diharuskan membeli dengan harga industri.

Rencananya pada 6 Desember seluruh awak kereta api akan melakukan aksi mogok. Langkah ini dilatarbelakangi kekecewaan pada pemerintah karena memberlakukan tarif BBM non subsidi.

Terkait tuntutan tersebut, pihak Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendukung sepenuhnya bentuk protes yang dilakukan oleh PT KA, “Kami menyayangkan kebijakan pemerintah yang tidak memberikan BBM bersubsidi kepada PT Kereta Api dan menilai kebijakan tersebut tidak adil. kenapa PT KA tidak diberikan subsidi BBM padahal ini transportasi publik untuk kelas menengah ke bawah? Sedangkan disisi lain Sementara Pemerintah malah memberikan untuk angkutan barang milik swasta.

Seperti diketahui, tuntutan ini mengemuka sejak beberapa bulan lalu dikarenakan Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan belum juga menyetujui PT KA diberi BBM bersubsidi dengan alasan PT KA sudah mendapatkan fasilitas PSO (public service obligation) atau subsidi. “Padahal konteksnya khan berbeda. menurut hemat kami Dana PSO yang diberikan pemerintah tersebut diperuntukkan untuk menyubsidi orang atau penumpang, Sedangkan BBM bersubsidi yang diminta PT KA untuk kereta barang yang selama ini tidak pernah disubsidi,” papar Tulus.

Menurutnya, Selama ini hanya angkutan barang milik swasta saja yang dikasih BBM bersubsidi sedangkan PT KA tidak. Untuk itulah kami mendesak agar BBM bersubsidi untuk angkutan barang milik swasta juga harus dicabut. Serta mendukung langkah Menteri BUMN Dahlan Iskan serta Menteri Perhubungan (Menhub) EE Mangindaan yang meminta kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik agar memberi BBM bersubsidi juga kepada PT KA.

Sebagaimana diketahui pihak PT KA rencananya pada 6 Desember seluruh awak kereta api akan melakukan aksi mogok. Langkah ini dilatarbelakangi kekecewaan pada pemerintah karena memberlakukan tarif BBM non subsidi.day/LI-07