Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
EKONOMI & BISNIS

Kemendag Promosikan Ekonomi Kreatif di Pusat Perbelanjaan 

LENSAINDONESIA.COM: Beraneka ragam karya dan budaya anak bangsa akan ditampilkan di Plaza EX, Jakarta, pada 26-30 November 2011, dalam kegiatan yang bertajuk Wahana Kreatif 2011. Ini kedua kalinya ekonomi kreatif dikenalkan dan dipromosikan di pusat perbelanjaan (mal).

“Wahana Kreatif 2011 menjadi salah satu langkah pengembangan ekonomi kreatif untuk menciptakan entrepreneur baru pada sektor ekonomi kreatif. Pemilihan mal kali kedua ini sengaja dipilih karena mal merupakan tempat strategis untuk mempromosikan produkproduk kreatif dimana sebagian besar penduduk kota sangat senang untuk berkunjung ke mal,” kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN), Hesti Indah Kresnarini.

Wahana Kreatif 2011 mengemas beberapa rangkaian kegiatan antara lain exhibition, talkshow, workshop, creative games dan creative performance yang mencakup 14 subsektor industri kreatif. Namun untuk kegiatan eksibisi, produk-produk yang akan ditampilkan meliputi 6 subsektor industri kreatif, yaitu fesyen; kerajinan; musik; film; video dan fotografi; layanan komputer dan piranti lunak; serta permainan interaktif.

Dengan mengusung tema “Kreatif is Me” dan subtema “Menyebarkan Semangat Kreatif” dan “Semua Orang Bisa Kreatif”, Wahana Kreatif 2011 digelar secara tematik setiap harinya (daily/focus theme), yaitu hari pertama dengan tema “Mindset Kreatif”; tema Permainan Interaktif, Layanan Komputer dan Piranti Lunak pada hari ke-2; tema Film, Video dan Fotografi pada hari ke-3; tema Fesyen dan Kerajinan pada hari ke-4 dan tema Musik pada hari ke-5.

Untuk fokus tema fesyen, dalam rangka mendorong pengembangan batik Indonesia, pada kesempatan ini Kementerian Perdagangan akan menampilkan produk batik sebagai budaya bangsa Indonesia melalui pemutaran film “Batik Our Love Story”, talkshow dengan tema “Batik sebagai Budaya dan Ekspresi” yang akan menampilkan para ahli dan pelaku usaha di bidang batik, serta lomba membatik.

Pemutaran film/video sekaligus workshop/talkshow mengenai film dokumenter nominasi Oscar tentang Indonesia yaitu “Stand van de Sterren”, film animasi finalis Kompetisi Animasi, dan video klip juara kontes video klip Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI) 2011 serta lomba fotografi akan mengisi fokus tema film, video dan fotografi. Sementara, pada tema permainan interaktif akan digelar lomba dengan menggunakan media permainan interaktif karya anak bangsa seperti board games, angklung digital, dan arcade game.

Untuk melengkapi kemeriahan kegiatan Wahana Kreatif, akan digelar pertunjukan dan workshop musik tradisional oleh Komunitas Angklung Jakarta (Angklung is Indonesia) serta
fashion show yang menampilkan produk-produk fesyen dari pemenang Kontes Rencana Bisnis Kreatif PPKI 2010 dan 2011, yaitu LAZULI SARAE dan BATTEN CLOTHING. Selain kedua pemenang tersebut, para pemenang lainnya dari Kontes Rencana Bisnis Kreatif PPKI seperti BAMBOO BEAT (permainan interaktif angklung digital), BAJIGUR (majalah digital untuk desain grafis hybrid) dan NUANSA INDONESIA (kerajinan) juga mengisi booth pada Wahana Kreatif 2011 yang difasilitasi oleh Kementerian Perdagangan. “Melalui Wahana Kreatif 2011 ini diharapkan dapat memotivasi dan mengembangkan jejaring antar pelaku industri kreatif serta menginspirasi tumbuhnya industri kreatif baru” demikian tambah Hesti.

Di Indonesia, peran industri kreatif dalam perekonomian cukup signifikan dengan besar kontribusi terhadap PDB rata-rata tahun 2002-2008 sebesar 7,8% atau setara dengan 139,9 Triliun rupiah. Industri ini telah mampu menyerap tenaga kerja rata-rata tahun 2002-2008 sebesar 7,4 juta dengan tingkat partisipasi sebesar 7,7%. Jika ditinjau dari sisi ekspor, peran ekonomi kreatif terhadap total ekspor rata-rata untuk tahun 2002-2008 sebesar 9,2%. Sektor industri kreatif juga telah terbukti mampu menghadapi krisis ekonomi global pada tahun 2008 yang lalu.

Hal ini dapat dilihat dari sumbangannya terhadap PDB sebesar 151 triliun atau 7,28% dari total PDB Indonesia tahun 2008. Sementara itu, pada tahun 2009, kontribusi ekonomi kreatif telah meningkat menjadi 7,6% dari total PDB Indonesia. Selain itu, nilai ekspor dari 14 subsektor industri kreatif adalah sebesar 104,71 triliun rupiah atau menyumbang 7,5% dari total ekspor Indonesia di tahun 2009. Adapun empat belas subsektor yang dimiliki industri kreatif terdiri atas : Arsitektur; Desain; Fesyen; Film, Video dan Fotografi; Kerajinan; Layanan Komputer dan Piranti Lunak; Musik; Pasar Barang Seni; Penerbitan dan Percetakan; Periklanan; Permainan Interaktif; Riset dan Pengembangan; Seni Pertunjukan; Televisi dan Radio. Ekonomi kreatif diyakini dapat memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian Indonesia.

Kementerian Perdagangan melihat berbagai subsektor dalam industri kreatif berpotensi untuk dikembangkan karena Indonesia diberkahi sumber daya insani kreatif dan warisan budaya yang kaya. Kementerian Perdagangan akan terus mendukung pengembangan ekonomi kreatif melalui berbagai program kegiatan seperti promosi dagang, pendampingan bagi pelaku usaha, co-branding, serta berbagai kegiatan lainnya.day/LI-07