Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
EKONOMI & BISNIS

Hingga Akhir Tahun 2011, Ancol Optimis Capai Omzet Rp 1,032 Triliun 

LENSAINDONESIA.COM: PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, merencanakan 10 proyek pembangunan pengembangan baru sebagai sarana dan prasarana, yang mencakup 5 terkait bisnis investasi rekreasi dan 5 di bisnis properti.

Direktur PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Sudiro Pramono, menjelaskan  bahwa proyek tersebut akan terealisasi  pada awal 2012 sampai dengan 2015, adapun proyek terkait diantaranya, Banquet Putri Duyung, Dufan Indoor, Permainan di Ocean Ecopark, Pengembangan Pasir Ancol Timur, UnderWater Gelanggang Samudera, dan Atlantis Water Adventure.

Sedangkan di sektor bisnis propertinya meliputi, Pembangunan The Coastal, Northland Ancol Residence, dan Town House Carnaval. Pramono juga mengakui, bahwa pembangunan tersebut membutuhkan dana besar, dan oleh sebab itu sebagian akan dibiayai mdal sendiri dan sisanya melalui pinjaman bank serta penerbitan obligasi.

“Anggaran belanja modal yang kami siapkan untuk tahun 2012, sekitar Rp 974.424 Miliar, jumlah inilebih besar 50,8% dibandingkan belanja modal tahun 2011, yakni Rp 646.040 miliar. “terangnya di Acara Investor Summit AND Market Capital Expo 2011, beberapa hari lalu

Belanja modal 2012 tersebut, sambung Sudiro Pramono, diperuntukkan bagi pembangunan sarana dan prasarana bisnis rekreasi sebesar Rp 339.659 miliar, properti Rp 431.870 miliar, sisanya untuk belanja modal lainnya sekitar Rp 202.895 miliar.

“Jika dijumlahkan dalam prosentase, tentunya mengalami kenaikan 122,46% jika dibandingkan 2011 untuk properti, sedangkan buat rekreasi hanya 27,55%, ditambah lainnya naik 9,31%.”

Sudiro Pramono juga menegaskan, serta mempunyai alasan kuat dan tetap optimis, kalau proyeknya akan terealisasi, “apalagi jika tahun 2012 mendatang Indonesia masuk dalam Investment grade, tentunya, arus dana ke Indonesia akan semakin meningkat.” katanya

Terkait kinerja keuangan 2011, Pendapatan perusahaan sampai september lalu sudah mencapai Rp 650.202 miliar, Dan, “Rencana pendapatan sampai akhir tahun 2011 nanti, kami proyeksikan bisa mencapai 1.032 Triliun atau naik sekitar 12% dibanding 2010 sebesar Rp 981.926 miliar. “paparnya

Sementara dari segi efisiensi, lanjut Sudiro Pramono, juga mengalami peningkatan, dimana operating income per September sudah mencapi Rp 14.243 miliar, bila dilanjutkan sampai Desember mendatang, operating income ini akan mencapai Rp 255.139 miliar atau naik 30% dibandingkan 2010 sebesar Rp 196.236 miliar.

“Sehingga, Operating income ini, diaharapkan akan naik secara significan dari 20,03% pada 2010 menjadi 24,71% pada 2011 ini.” Pungkasnya.jey/LI-07