LENSAINDONESIA.COM: Semua emiten peserta ISCME 2011 di Surabaya, terdapat 3 emiten yang unik diantaranya PT WIKA (perusahaan sektor kontraktor),  ANCOL (perusahaan sektor wisata), dan PT Bukit Uluwatu Villa Tbk disingkat BUV (perusahaan di sektor industri “lifestyle and leisure”  atau perhotelan).

Boleh percaya boleh tidak yang jelas BUV (PT Bukit Uluwatu Villa Tbk) dengan Hotelnya yang di pinggir pantai Uluwatu Bali sudah go publik.

BUV dibangunan secara unik dengan design yang detail, lokasi prima, view menghadap laut, dan dikhususkan bagi peselara tinggi segmentase menegah ke atas.

BUV sendiri didirikan pada tahun 2000 dengan fokus di sektor industri “lifestyle and leisure”. Pendiri perusahaan memiliki pengalaman dalam industri ini dengan telah membangun dan mengoperasikan lebih dari 10 properti hotel dengan sukses.

BUV memiliki komitmen untuk menghasilkan produk‐produk dengan desain yang unik serta ramah lingkungan, diantaranya adalah Alila Hotels & Resorts, yang merupakan operator hotel berskala internasional. Properti  yang saat ini dimiliki terdiri dari 2 hotel resor yang berada di Bali, yaitu Alila Villas Uluwatu dan Alila Ubud.

Penawaran umum perdana (initial public offering) dilakukan oleh BUV pada tahun 2010, dan berhasil menghimpun dana sebesar Rp.222.857.050.000,. Dan BUV berhasil memperoleh peringkat BBB+ dari PT. Pefindo (Pemeringkat Efek Indonesia) pada Oktober 2011.

Pada hari kedua ISCME 2001, BUV memaparkan bahwa pada kamis 24 November 2011 telah melakukan peletakan batu pertama (ground breaking) yang menandakan dimulainya pekerjaan pembangunan Alila Villas Bintan, suatu proyek yang akan dikembangkan dibawah naungan PT Bukit Lagoi Villa (anak perusahaan BUV) berlokasi di pesisir pantai utara menghadap Laut Cina Selatan dan berada dalam kawasan wisata Bintan Resort. Untuk menempuh kesana dibutuhkan waktu sekitar 45 menit dengan ferry dari terminal Tanah Merah Singapore.

“Alila Villas Bintan mencerminkan terobosan baru bagi BUV untuk berkiprah di kawasan nusantara lainnya di luar Bali yang memiliki pesona wisata dan warsan budaya yang unik namun belum tergarap. Di atas lahan seluas 14,4 hektar akan dikembangkan 12 unit rumah tinggal tepi pantai & 12 unit vila tersedia untuk dijual dan 40 unit vila butik hotel. Alila Villas Bintan merupakan perwujudan rumah impian dimana pangsa pasar yang dibidik adalah kalangan menengah ke atas terutama berasal dari Singapore”, Franky Tjahyadikarta, direktur utama perseroan.

Membandingkan lokasi BUV dengan hotel lainnya mungkin akan sulit dipercaya kalau BUV mampu go publik dan cukup menjanjikan bagi investor. Karena posisinya jauh dari keramaian kota dan siapa yang akan nginap disana.

Salah stau keunggulan dari BUV adalah market sudah tersegmentase yaitu untuk kalangan mengengah ke atas yang suka dengan suasana damai tanpa bising.

Soal tarif BUV memang pantas kalo dibilang jaim. Untuk nginap semalam saja tarif paling murah di BUV sekitar 500$  atau sekitar Rp5jt. Sedangkan variasi tarif keseluruhan antara  nginap di BUV antara 500$ hingga 1.000$ untuk permalam. Kapan yo bisa nginap di sana? Luqman/LI-07