LENSAINDONESIA.COM: Dengan hasil yang telah dicapai oleh RW 012 Kelurahan Utan Kayu Selatan, Kecamatan Matraman, setelah ditetapkan sebagai RW Binaan, telah banyak perubahan. Sehingga, ini patut menjadi panutan bagi RW-RW lainnya di kota Jakarta.

Demikian yang diutarakan Ketua II TP PKK Provinsi DKI Jakarta Hj. Ani Fadjar Panjaitan yang didampingi Ketua TP PKK Jakarta Timur Hj. Eka Murdhani saat kegiatan Roadshow Tahap II TP PKK Provinsi DKI Jakarta, di RW 012 Kelurahan Utan Kayu Selatan, Kecamatan Matraman, Rabu (30/11).

“RW 012 Kelurahan Utan Kayu Selatan yang menjadi RW Binaan, patut dicontoh oleh RW Binaan lainnya yang ada di seluruh Jakarta karena hasilnya sangat baik. Setelah dilakukan peninjauan ke lapangan, lingkungannya telah tertata dengan baik, begitu juga segala pelayanan kesehatannya maupun dari pelayanan KB hingga Posyandu,” kata Ani.

Ani menghimbau kepada masyarakat agar mengurus akta kelahiran anak-anaknya tidak di kenai biaya dan batasnya hanya hingga bulan Desember 2011.“Setelah itu proses pembuatan akta harus melalui pengadilan dahulu. Jadi bagi warga yang belum mengurus akta kelahiran anaknya agar segera mengurusnya di Sudin Dukcapil setempat,” ujar Ani.

Menurut Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Provinsi DKI Jakarta, Drs. H. Asep Syarifudin, M.Si, mengatakan, bahwa pelayanan KB di seluruh wilayah Jakarta tidak dikenakan biaya. Untuk pelayanan KB gratis, setiap orang dianggarkan Rp 2,3 juta.

Namun biasanya, pelayanan KB yang diklaim tidak lebih dari Rp 300 ribu.“Dana yang tersedia untuk pelayanan KB ini ada sekitar Rp 12 miliar yang disediakan, dan sampai sekarang saja baru habis Rp 3,1 miliar. Jadi saya harus mengembalikan uang Rp 8 miliar tahun ini,” kata Asep.

Asep mengaku sangat bersyukur bahwa ternyata dari dana yang disediakan Pemprov DKI untuk pelayanan KB tersebut, dari anggaran Rp 2,3 juta untuk setiap warga, hanya habis Rp 300 ribu saja per orangnya.“Ini menandakan bahwa warga Jakarta sehat semua. Apabila setiap warga melakukan pelayanan menghabiskan dana sebanyak Rp 2,3 juta. Tidak itu saja, bahkan apabila sampai masuk rumah sakit akan kita selesaikan semuanya sampai selesai dan program ini hanya ada di Kota Jakarta saja, karena ini memang program dari Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Drs. Ing. H. Fauzi Bowo,” paparnya.

Asep menjelaskan, dana PPMK sekarang telah terbagi menjadi bina ekonomi, bina fisik, dan bina sosial. Untuk dana bina Fisik dan bina Sosial diberikan secara gratis merupakan dana hibah, dana yang disediakan mencapai Rp 88 miliar untuk masyarakat Jakarta. “Setiap LMK berbeda di tiap Kelurahannya, sedangkan untuk Kelurahan Utan Kayu Selatan dana yang diberikan sekitar Rp 315 juta,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Jakarta Timur, Drs. H.R Krisdianto, M.Si, mengatakan, dirinya sangat senang dan berterima kasih sekali kepada warga Kelurahan Utan Kayu Selatan yang telah menolak pihak swasta untuk membeli tanah seluas 1 hektar untuk dijadikan kawasan bisnis. Warga hanya berniat menjual tanahnya kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk dijadikan lahan terbuka hijau, yang nantinya akan dipergunakan untuk tempat berinteraksi para warga dan harga tanah yang dijual tentunya akan disesuaikan dengan NJOP.

“Seperti diketahui bersama bahwa, Kota Jakarta butuh 30 persen ruang terbuka hijau tetapi sampai sekarang di Jakarta baru ada ruang terbuka hijau 11 hektar dan tentunya masih kurang banyak lagi lahan terbuka hijau yang dibutuhkan di Kota Jakarta ini. Ruang terbuka hijau sangat penting sekali untuk interaksi sesama warga lain untuk saling silahturahmi, salah satunya untuk mencegah terjadinya tawuran antar warga yang belakangan ini sering kita temui,” pungkasnya.win/LI-07