LENSAINDONESIA.COM: Pameran Otomotif Surabaya (POS) 2011, hari ini Rabu (30/11) resmi dibuka di Gramedia Expo Surabaya. Acara yang dihadiri dan dibuka langsung oleh walikota Surabaya, Tri Rismaharini, menghadirkan 26 industri otomotif, dan 19 Agen Pemegang Merk (APM), serta dimeriahkan oleh perkusi oleh tribalero percusion.

Branch Managet PT Dyandra Promosindo, Yusuf Karim Ungsi, sebagai penyelenggara, tentunya, dengan pameran otomotif Surabaya 2011 ini, diharapkan bisa memberikan kontribusi yang memadai, sesuai dengan pendapatan daerah yang sudah ditentukan, dimana target POS 2011 sekitar 120 milyar dengan rata-rata pengunjung selama 4 hari samapai dengan 50.000 pengunjung.

Sementara, Risma menyampaikan, Industri Otomotif lebih menjanjikan di Surabaya, karena beberapa fasilitas pendukung pembangunan infrastruktur di berbagai kawasan baru juga telah dipersiapkan.

“Sehingga untuk perkembangan indutri otomotif sudah bisa dikembangkan, malah perkembangannya sekarang melebihi pertumbuhan property,” ujarnya kepada wartawan, Rabu, (30/11/2011).

Selain itu, tawaran lain yang diberikan bagi investor, lanjut Risma, perijinanan SIUP tidak dikenakan biaya alias GRATIS. “Tinggal masukkan saja, bahkan bisa diantar tidak perlu datang” tuturnya, sedangkan mengenai BBNKB itu masih kewenangan provinsi.

“Sebagai tindak lanjut, saya akan mengirimi surat pada pak Gubernur, karena dari sisi pajak yang begitu tinggi sangat merugikan, dan dampaknya pada kota Surabaya, karena lari pada daerah lain,” terangnya.

Tak hanya itu, kompartemen pameran dan promosi GAIKINDO, Ario Suryo, menambahkan, kenaikan pembiayaan otomotif terus meningkat, dikarenakan mengikuti suku bunga dari bank, yang mana bisa dimanfaatkan oleh perussahaan finance sebagai mitra bisnis, Sehingga antara Agen Pemegang Merk(APM) dan Finance bisa saling sharing bisnis yangsaling menguntungkan, yakni 60 % bagi APM dan 40% bagi Perusahaan Finance.

“Artinya pertumbuhan dan peningkatan penjualan industri otomotif saat ini, masih bisa teris ditingkatkan, baik itu secara kredit maupun cash,” imbuhnya.jey/LI-07