LENSAINDONESIA.COM: Sidang lanjutan dugaan korupsi kembali digelar di gedung Pengadilan Tipikor Surabaya, Kamis (1/12). Sidang menghadirkan terdakwa Mustaqim Arief, Kepala Dinas Pertanian dan Choirul Huda Ddirektur CV Budi Daya Saksti (BDS), selaku penerima proyek pengadaan pakan ternak sapi bibit dan pembenihan.

Dalam sidang tersebut agendanya mendengar pemerikasaan saksi. Dan Majelis Hakim  yang dipimpin oleh Annas Mustaqim SH MHum, telah menghadirkan empat orang saksi. Diantarnya, ketua tim pemeriksaan barang, Satumin.

Dalam persidangan Jaksa Penunutut Umum (JPU) Suroyo  asal kejari Lamongan, Jawa Timur, memberikan pertanyaan pada saksi, bahwa terkait program pengadaan pakan ternak sapi, diadakan tahun berapa, di Kecamatan Mantup, Lamongan.

Menurut saksi Satumin, bahwa program pengadaan pakan ternak tersebut berlangsung pada 5 Agustus 2008 lalu. Terkait berapa ekor sapi yang harus mendapatkan program tersebut, Satumin menjawab, “Ada sekitar 140 ekor sapi yang tercatat dalam program tersebut,” ujar Satumin, menjawab pertanyaan JPU.

JPU Suroyo, beranggapan bahwa Kepala Dinas Pertanian Mustaqim ada kerjasama dengan CV BDS, sebagai rekanan dalam melancarkan proyek pengadaan pakan ternak illegal tersebut.

Tidak hanya itu, Mustakim Arif yang kala itu menjabat sebagai kepala dinas peternakan, telah menjual 140 ekor sapi dengan Rp 90.600.000 juta. Sesuai dengan laporan, uang tersebut digunakan untuk membeli pakan sapi. Padahal, pada saat sapi itu dijual, Pemerintah Kabupaten sendiri telah memberikan anggaran sebesar Rp 80.000.000 untuk biaya perawatan, termasuk pembelian pakan.

Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata uang sejumlah 90.600.000 tersebut, yang digunakan untuk oprasional perawatan, hanya Rp 15 juta. Sedangkan uang yang Rp 75 juta, masuk kantong pribadinya.

Mustaqim dan Huda didakwa telah merugikan Negara dan melanggar pasal 2 (1) UU No. 31 tentang Tindak Pidana Korupsi Tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.bam/LI-07