Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
EKONOMI & BISNIS

Tahun 2012, Telkomsel Anggarkan Belanja Modal Rp 1,8 Triliun 

LENSAINDONESIA.COM: Selaras dengan komitmen Telkomsel untuk turut mengembangkan kualitas SDM di Indonesia melalui sektor teknologi dan informasi, program ICT yang dicanangkan kini mulai terealisasi di 286 titik wilayah perbatasan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Vice President Special Area Development Telkomsel Bambang Utomo kepada wartawan di Surabaya, Senin, (5/12/2011) menyatakan, untuk daerah kawasan terpencil saat ini memang membutuhkan bantuan dan perhatian khusus, terutama akses yang menunjang sarana perkembangan informasi.

Menurutnya, dari segi pembiayaan, untuk mengerjakan proyek tersebut mendapat dukungan dari pemerintah untuk mewujudkannya, yakni per titik wilayah sekitar 20 juta/ bulan. Dan, jika ditotal keseluruhan secara rincian membutuhkan Rp 1,8 Triliun. Dimana dananya akan diambilkan anggaran dari belanja modal pada 2012.

“Sedangkan penyaluran pada wilayah tanpa listrik akan menggunakan Base Transceiver Station (BTS) tenaga surya. Akan tetapi untuk wilayah yang kapasitas aliran listriknya minim dan terbatas akan menggunakan alternatif cadangan batere,” kata Bambang.

Tak hanya itu, lanjut Bambang, Telkomsel juga membangun jaringan telekomunikasi di 350 titik daerah terpencil melalui program “Merah Putih” (Menembus Daerah Pedesaan, Industri Terpencil dan Bahari).

Meskipun sudah teralokasi dana pada penggunannya, ” Kami juga mengantisipasi dana cadangan, misalnya Rp1,5 miliar untuk alat-alat berat non instalasi, Dan untuk akses bebas hambatan Rp 2 miliar. Artinya, wilayah untuk menuju desa terpencil tidaklah mudah, karena terpengaruh banyak faktor teknis, seperti transportasi dan keterbatasan pasokan energi listrik,” sambungnya.

Bambang Utomo menambahkan, Wilayah yang mencakup BTS tersebut meliputi, Sulawesi Utara, Maluku dan Papua yang sangat agresif wilayahnya dapat terkoneksi dengan kecanggihan kecepatan berkomunikasi melalui jaringan terpadu.

Setelah menerima USO(Universal Service Obligation) Award 2011 dari Menkominfo Tifatul Sembiring, sebagai apresiasi Telkomsel juga telah berhasil merealisasikan program “desa dering” pada 25.444 desa.

Baca Juga:  Menpora direncanakan hadiri lokakarnya 'Mencari Desain Pembinaan Pasca Rasionalisasi PON 2020'

Selain itu, Telkomsel juga mempunyai rencana wujudkan desa pintar dengan penambahan fasilitas komputer serta akses internet melalui teknologi WIMAX dengan kapasitas Bandwith 512 Kbps, Dan jika tidak ada hambatan, program tersebut diharapkan selesai 2014.jey/LI-07