LENSAINDONESIA.COM: Pencapaian kinerja BNI kantor Wilayah Surabaya yang meliputi area kerja seluruh Jawa Timur hingga September 2011 atau kwartal tiga 2011 menunjukkan peningkatan dan pertumbuhan, baik dari Funding maupun Lending.

Untuk sektor Funding atau Dana Pihak Ketiga (DPK) mengalami peningkatan sebesar 1,56% dari Rp 17,9 triliun menjadi Rp 18,3 triliun jika dibandingkan dengan Desember 2010. Sedangkan, tabungan mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 17,14% menjadi Rp 8,5 triliun jika dibandingkan dengan September 2010, diikuti oleh Giro sebesar 14,32% menjadi Rp 3,1 triliun dan deposito 12,9% menjadi Rp 6,9 triliun.

Menurut Ryanto Wisnuardhy, kepala bidang konsumen dan ritel BNI, untuk sektor Lending juga mengalami pertumbuhan sebesar 18,64% dari Rp 9,05 triliun menjadi Rp 10,7 triliun jika dibandingkan dengan Desember 2010.

Kredit Konsumer tetap menjadi primadona jika dibandingkan September 2010 dengan pertumbuhan sebesar 46,5% dengan penyaluran mencapai Rp 2,2 triliun, diikuti oleh Kredit Menengah sebesar 21,92% dan Kredit Kecil 10.65%.

“Hal ini tercermin dari meningkatnya kualitas aset dan membaiknya rasio keuangan, disebabkan supaya tetap stabil dalam mempertahankan sastainable financial growt, maka BNI fokus pada 2 hal yakni Retail Banking dan Bussiness banking,” ujarnya saat dikonfirmasi lensaindonesia.com, Rabu, (07/12/2011).

Tak hanya itu, diharapkan dari 8 produk industri unggulan dalam jangka 5 tahun mendatang  seperti pertanian, komunikasi, kelistrikan, perdaganganbesar, dan eceran, minyak, Gas dan Pertambangan, konstruksi, Makanan dan Minuman( termasuk rokok dan bahan kimia-pupuk (termasuk barang dari karet).

Dan 3 terbesar penyaluran kredit masih terus mengalami peningkatan 45,3% sampai dengan September 2011 jika dibandingkan Desember 2010, dilanjutkan dengan Sektor minyak, Gas dan  pertambagnan sebesar 42,3%, kemudian bhan kimia-pupuk sekitar 16,4%.

Ryanto Wisnuardhy menambahkan, hingga akhir Quartal 3 2011 beberapa indikasi kinerja keuangan BNI secara nasional menunjukkan peningkatan dan pertumbuhan.

Laba bersih yang dibukukan sampai dengan September 2011 naik 37% dari Rp. 2,954 triliun pada kwartal tiga 2010 menjadi Rp 4,06 triliun.

Total aset pun mengalami peningkatan sebesar 19% dari Rp 244.4 triliun menjadi Rp 260.7 triliun,  kredit yang disalurkan tumbuh 27% menjadi Rp 160,7 triliun, DPK mengalami peningkatan sebesar 11 % menjadi Rp 204,4 triliun, NPL juga mengalami penurunan sebesar 0,4 % menjadi 3,8% dari 4,2%.jey/LI-07