Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
EKONOMI & BISNIS

Stok Akhir Tahun Aman, Pertamina Himbau Masyarakat Hemat BBM 

LENSAINDONESIA.COM: Realisasi konsumsi Premium dan Solar bersubsidi di Jawa Timur sejak Januari  hingga 30 November 2011, telah mencapai 4.911.509 kiloliter (KL).  Artinya 94.9% dari kuota Premium dan Solar dalam  APBN- P 2011 untuk Jawa Timur mencapai 5,17 juta KL.

External Relation Pertamina Region V, Eviyanti Rosfraida mengatakan, Pertamina Pemasaran Region V berkomitmen untuk tetap menyalurkan BBM sesuai kebutuhan masyarakat di Jawa Timur dengan sisa kuota 5.1% untuk Desember 2011.

“Dengan sisa kuota tersebut, diperkirakan pasokan BBM bersubsidi untuk persediaan Natal dan Tahun Baru masih bisa terpenuhi, jika melihat fluktuasi  kebutuhan kendaraaan tidak mengalami perubahan, yakni rata-rata per hari 9500 KL, sedangkan premium dan solar sebanyak 4.500 KL,” terangnya, Kamis (08/12/2011).

Berdasarkan rilis yang diterima lensaindonesia.com menyebutkan, realisasi penyaluran BBM bersubsidi di Jawa Timur terbagi antara Premium dan Solar, dimana Premium membutuhkan  3.221.265 KL (Januari-November) dengan total kuota APBN-P 2011 sebanyak 3.405.765 KL (94,6%) persentase konsumsi dan  5,4%.sisa kuota.

Sementara jumlah untuk Solar mencapai 1.690.244 KL (Januari -November) dengan total kuota APBN-P 2011 sebanyak 1.767.290 KL (95,6%) persentase konsumsi dan 4,4% sisa kuota.

Masih tingginya konsumsi BBM subsidi merupakan salah satu faktor utama, dikarenakan peningkatan jumlah kendaraan bermotor yang cukup signifikan. “Pertamina menghimbau kepada masyarakat untuk menggunakan BBM Bersubsidi sesuai kebutuhan, dan mulai beralih untuk menggunakan Bahan Bakar Khusus (BBK) Non-Subsidi,” imbuh Evi

Evi menegaskan, khusus menjelang Natal 2011 dan Tahun Baru 2012 nanti, stock yang tersedia pada hari Kamis (8/12) mampu mencukupi kebutuhan lebih dari 20 hari, dan secara kontinyu akan terus dipertahankan di level aman.

“Nantinya, untuk stok BBM akan disupply di 6 lokasi, seperti terminal BBM Surabaya Group, Tuban, Malang, Madiun, Tanjung Wangi, dan Camplong. Bahkan, untuk persediaan diambil dari Kilang Refinery Unit IV Cilacap, Refinery Unit V Balikpapan, dan impor via Terminal BBM Tuban,” pungkasnya.jey/LI-07

Baca Juga:  Pakai seragam kolonel TNI AL, pecatan Dishubla tipu pengusaha sound sistem