Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
BALI / NTB / NTT / PAPUA

Denpasar jadi Langganan ‘Empuk’ Pengedar Narkoba 

LENSAINDONESIA.COM: Hendrik Harianja alias Oki (24)  dan Iwan Pelangi (20), dua anggota sindikat narkoba lintas pulau dibekuk polisi usai mengedarkan 9 kilogram ganja di Bali.

Selain mengamankan dua pria asal Sumatra Utara ini, polisi juga menyita barang bukti narkoba lainnya yakni 123,2 gram putau, 1,2 gram sabu dan 1,090 kilogram ganja siap edar.

Sejatinya keduanya ditangkap pada Jumat 9 Desember 2011, namun berdalih untuk pengembangan kasusnya baru dibeber hari ini.

“Kami lebih dulu menangkap Hendrik di tempat tinggalnya di Jalan Sriwijaya Gg Kayu Manis III, Legian, Kuta,” kata Wakapolres Badung Kompol Jansen Avitus Panjaitan saat jumpa pers di kantornya, Senin (12/12/2011).

Dari kicauan Hendrik alias Oki, polisi lanjut menangkap Iwan di rumah kosnya Jalan Tukad Balian 159 Denpasar Selatan.

Saat menggerebek kos-kosan Oki, polisi menemukan barang bukti beberapa paket narkoba siap edar yakni 61 paket putaw dan 6 paket sabu dan peralatan untuk transaksi narkoba.

Sementara dari penggerebekan di tempat Iwan, petugas mengamankan 12 bungkus besar ganja kering, 1 bungkus ganja yang disembunyikan di jok sepeda motor dan sofa.

Dari pengakuan Iwan, keduanya telah tiba di Bali sejak tiga bulan lalu dan telah beberapa kali bertransksi dengan sejumlah pembeli baik di tempat hiburan maupun lainnya di kawasan Denpasar dan Badung.

“Mereka membawa ganja dari Sumatra itu, sebanyak 10 Kilogram, jadi 9 kilogram lainnya sudah lebih dulu diedarkan ke pembeli,” tukas Jansen.

Ganja tersebut, lanjutnya dibawa ke Bali dengan menggunakan sebuah bus dan sempat diedarkan ke para pembeli. “Modus mereka mencari pembeli dan bertransaksi lewat handphone,” jelasnya.

Hingga kini, polisi terus melacak jaringan peredaran narkoba Oki  dan Iwan yang diyakini bagian sindikat nasional yang beroperasi lintas pulau.

Baca Juga:  Pembentukan AKD DPRD Surabaya, PKB minta jatah Ketua Komisi dan Badan

Bisa disebut, keduanya merupakan bandar lapangan atau sebagai peluncur di lapangan jika ada pesanan lewat dia dengan modus sistem tempel.

Kini,  kedua tersangka dan barang bukti masih diamankan di Mapolres Badung, untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.rahmat/LI-07