Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
EKONOMI & BISNIS

PT Garam Beli Garam di Bawah HPP, DPRD Jatim Lapor Menteri 

LENSAINDONESIA.COM: DPRD Jawa Timur dibikin geram oleh PT Garam. Pasalnya produsen garam bahan baku untuk Industri dan garam olahan untuk Konsumsi itu membeli garam dari petani dengan harga di bawah HPP (harga pembelian pemerintah). Karena dianggap merugikan petani, Komisi B DPRD Jatim berencana kejakarta menghadap Mentrian BUMN.

“PT Garam Indonesia telah melanggar Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 7/2010 serta Pergub (Peraturan Gubernur) nomor 78/2011 karena kebijakanya membeli garam dibawah HPP. Mereka membeli garam petani kualitas KW1 tidak lebih dari Rp 550/kg. Padahal aturanya, harga terendah yang harus mereka beli seharusnya Rp 750/kg,” kata Ketua Komisi B DPRD Jatim, Renvill Antonio, ketika wawancara lewat sambungan telepon, Senin (12/12) petang tadi.

Menurut Renvill, kondisi petani garam akan mengalami keterpurukan bila PT Garam terus berupaya mencari celah untuk membali barang dengan harga semurah-murahnya sepeti itu. “Bukan hanya peraturan menperindag, Pergub Jati pun menetapkan etapkan untuk KW-1 terendah dengan harga Rp 750/kg dan Rp 550/kg untuk KW-2 terendah,”tandasnya geram.

Politisi Partai Demokrat itu berujar bahwa pihaknya akan kejakarta menemuai Menteri BUMN untuk memberikan desakav agar PT Garam tidak saja memikirkan provit oriented, tapi juga sosial oriented.

Agar tak selalu menjadi obeyk yang dirugikan, Renvill menghimbau kepada petani garan di Jatim agar selau menjual hasil panennya sesuai dengan berat timbangan. Hal itu dilakukan agar petani tidak menjual garam berdasarkan volumen karung 50 Kg-an. Sebab barat takaran karung yang dilakukan selama ini, bila ditimbang beratnya bisa mencapai 55 hingga 60 Kg perkarung. “kalau seperti itu terus kan meraka rugi,”kaluhnya.

Agar informasi tersbut sampai ketelinga petani, Komisi B DPRD Jatim tidak menutup kemungkinan akan membuat daerah percontohan aturan penjualan garam di 11 daerah penghasil garam siantaranya, Surabaya, Lamongan, tuban, Gresik, Kabupaten/kota Pasuruan, Kabupaten/kota Probolinggo serta empat kabupaten di Madura.

Baca Juga:  Diduga akan tawuran, 17 pemuda di Surabaya diamankan polisi

“Kita aakan undang seluruh pihak agar persolan segara klar. Semua kita panggil termasuk importir, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Himpunan Masyarakat Petani Garam (HMPG) Jatim untuk membuat komitmen sesuai aturan yang berlaku. Hal ini penting supaya dalam perdagangan garam tidak ada yang dirugikan,”cetusnya.rid/LI-07