LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah Kota Jakarta Timur kembali pada tahap II menggelar kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di ruas Jl Pemuda, Kecamatan Pulogadung. Pelaksanaan HBKB atau biasa disebut car free day ini terbukti dapat meningkatkan kualitas udara di Kota Jakarta.

Demikian yang dikatakan Walikota Jakarta Timur Drs H. Murdhani MH usai mencanangkan Hari Bebas Kendaraan Bermotor di Jl Pemuda. Minggu (18/12/2011). “Tidak hanya itu, HBKB juga telah menjadi wadah interaksi, sosialisasi, olahraga dan rekreasi masyarakat,” kata Walikota.

Menurut Murdhani, berdasarkan hasil evaluasi kualitas udara, pelaksanaan HBKB di Jl Pemuda dinilai efektif dalam upaya pemulihan mutu udara di kawasan tersebut. ”Terlihat dari persentase penurunan konsentrasi pencemaran yang cukup signifikan pada parameter debu (PM-10), carbon monoksida (CO) dan nitrogen monoksida (NO). Dimana ketiga parameter tersebut merupakan pencemar primer bersumber dari kendaraan bermotor,” ujarnya.

Ia menjelaskan, terwujudnya kesadaran masyarakat untuk mengurangi ketergantungan warga kota terhadap kendaraan bermotor dengan cara memanfaatkan sarana non motorized transport (berjalan kaki dan bersepeda). ” Pemanfaatan angkutan umum massal untuk jarak yang tidak mungkin ditempuh dengan transportasi tidak bermotor. Selain mengurangi pencemaran lingkungan, pelaksanaan HBKB juga sebagai sarana interaksi, sosialisasi, rekreasi dan olah raga bagi masyarakat,” jelasnya.

Walikota mengharapkan, partisipasi seluruh unsur masyarakat dan stakeholder untuk turut mensukseskan supaya penurunan pencemaran udara di Jakarta Timur, melalui kegiatan HBKB. “Diharapkan ke depan cakupan pelaksanaan HBKB dapat semakin meluas cakupannya, sehingga kualitas udara di wilayah Jakarta Timur semakin baik dan dari hasil pengukuran yang terakhir mempunyai udara terbersih di bandingkan dengan 14 kota metropolitan yang lain di Indonesia,” harapnya.

Dia mencanangkan pada tahun 2012 nanti, Jakarta Timur akan menjadi bumi yang bersih se Jakarta, bahkan se Indonesia dalam arti bebas dari sampah. ”Polusi dan kotoran, sehingga hasil pengukuran kualitas airnya baik, kemudian sampah tidak berserakan. Bahkan, bila mungkin di tempat-tempat penampungan terakhir, penampungan sementara, serta di pasar-pasar. Kita harus menjaga kebersihan membudaya dalam perilaku segala tindak semua unsur masyarakat dan aparat juga bisa ciptakan keteladanan dalam rangka kebersihan,” tambah Walikota.

Sementara, Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Timur, Ir Sri Mulyorini MM MT mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berperan aktif dalam pengelolaan lingkungan hidup dalam rangka implementasi Peraturan Daerah No.2 Tahun 2005 tentang pengendalian pencemaran udara. Winarko/LI-10