Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
BALI / NTB / NTT / PAPUA

Dewan Pers Dipastikan Ajukan Draft Revisi UU Pers Usai Pemilu 2014 

LENSAINDONESIA.COM: Dewan Pers memilih menunda untuk mengajukan draft Revisi UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers ke DPR. Pasalnya,saat ini dianggap bukan waktu yang sangat tepat.

Menurut anggota Dewan Pers Bambang Harimurti, pengajuan draft revisi UU Pers, mungkin dilakukan menjelang atau setelah Pemilu 2014.

Sementara, saat ini dari komunikasi yang dilakukan dengan kalangan DPR, dianggap belum strategis untuk mengajukan draft.

“Salah satu revisi yang diusulkan terkait keinginan agar UU Pers itu bisa dipakai sebagai UU lex spesialis,” ujar Bambang saat menjadi pembicara workshop advokat perspektif pers di Denpasar, Minggu (18/12/2011).

Mengingat pengalaman saat ini, kata dia, di daerah-daerah masih sulit mengedepankan pembelaan kepentingan umum. Menyoal perlindungan terhadap pekerja pers, dari aspek payung hukum sebenaranya sudah cukup memadai.

Hal itu tak jauh berbeda disampaikan Direktur Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers, Hendrayana. Menurutnya, pengajuan revisi diantaranya terkait penyelesaian sengketa media pers.

Hanya saja, revisi tersebut diajukan akan melihat dahulu sampai situasi menguntungkan untuk mengajukan revisi.

Hendrayana menambahkan, jika menilik UU Pers saat ini, sudah cukup baik ditandai tidak adanya sensor, bredel hingga SIUPP. Rohmat/LI-10

Baca Juga:  Tiga penghargaan disabet Arc by Crown Group di ajang 2019 MBA Awards