Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
BALI / NTB / NTT / PAPUA

“Semua Pihak Jangan Spekulasi Untuk Sikapi Tragedi Mesuji” 

LENSAINDONESIA.COM: Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum meminta semua pihak tidak berspekulasi dalam menyikapi tragedi Mesuji di Lampung.

“Langkah yang diambil pemerintah sudah tepat dengan membentuk Tim Pencari Fakta (TPF), agar masalahnya jelas,” kata Anas di sela-sela Jalan Santai HUT PD ke-10 di Lapangan Renon, Denpasar, Minggu (18/12/2011).

Dengan adanya TPF maka akan bisa memperjelas bagaimana peristiwa dan apa yang sebenarnya terjadi.

Anas meminta agar tragedi kemanusiaan yang menewaskan dan melukai puluhan warga petani sawit, diselidiki dengan tuntas. Dengan begitu, maka nantinya bisa tergambar dengan jelas, apa penyebab sampai terjadi tragedi berdarah.

Anas menambahkan, dengan bisa diketahui secara jelas persoalan yang terjadi, sehingga ke depan bisa dicarikan solusi tepat, agar tidak terulang kembali.

”Hal ini penting dilakukan agar ada kejelasan masalahnya, sehingga tidak sampai menimbulkan kesimpangsiuran informasi,” ujarnya.

Diingatkan Anas, kasus Mesuji ini bisa berpotensi melahirkan manipulasi secara politik oleh pihak pihak tertentu.

Didesak bagaimana sikap Partai Demokrat atas kasus itu, Anas kembali mengaku tetap menghormati kerja TPF. “Kita tunggu sajalah kerja TPF yang diberi tugas 30 hari ke depan, hasilnya seperti apa,” imbuhnya.

Sementara, ketika didesak soal kelalaian atau dugaan keterlibatan aparat dalam pelanggaran HAM di Mesuji, Anas dengan diplomatis menjawab masih menunggu hasil penyelidikan TPF yang saat ini masih bekerja.

“Pada waktunya nanti, TPF akan memberi laporan termasuk info pada publik secara lengkap dan transparan,” jelasnya.

Bahkan, menurutnya, jika nantinya kasus tersebut lebih kental nuansa pidananya, ia berharap diselesaikan secara pidana. Sebaliknya, jika lebih mengarah ke perselisihan tanah, seyogyanya diselesaikan secara hukum perdata.

”Hal itu dimaksudkan, agar masalahnya bisa menjadi lebih jelas, biar tidak terjadi kesimpangsiuran. Sehingga, tidak akan menjadi lahan untuk dipolitisasi pihak tertentu,” tandasnya. Rohmat/LI-10

Baca Juga:  KH Masjkur, pejuang “Resolusi Jihad” pimpin Barisan Sabilillah saat perang 10 November 1945