Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
EKONOMI & BISNIS

Pengesahan RUU Pembebasan Lahan Memberi Jalan Pertumbuhan Investasi 

Oleh: Eugene Leow, Ekonom Dbs Group Research di Singapura

LENSAINDONESIA.COM: Ada dua berita yang menggembirakan bagi para investor dan kalangan bisnis pada akhir Desember ini. Pertama, Fitch meningkatkan peringkat utang Indonesia menjadi BBB- yang merupakan peringkat layak investasi.

Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan dan perbaikan ekonomi telah membantu menurunkan rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Peningkatan ini telah diperkirakan sebelumnya dan hal serupa tampaknya juga akan dilakukan oleh lembaga pemeringkat lainnya. Ini menunjukkan bahwa para investor yang memiliki aturan lebih ketat dalam menetapkan negara tujuan investasi, dapat mulai mengakses pasar Indonesia.

Secara jangka panjang, akses yang lebih besar kepada investor asing bisa diartikan bahwa biaya pinjaman perusahaan melalui penerbitan obligasi akan cenderung menurun, merefleksikan pertumbuhan ekonomi.

Secara jangka pendek, bentuk kewaspadaan terhadap risiko global akibat krisis di Eropa akan tetap menjadi wacana utama. Peningkatan peringkat investasi ini menunjukkan kepercayaan pada pasar Indonesia yang juga menandai babak pemulihan baru bagi Indonesia setelah krisis ekonomi Asia pada 1997-1998.

Berita gembira selanjutnya adalah bahwa DPR telah menyetujui Undang Undang (UU) Pembebasan Lahan yang telah lama tertunda. UU ini memungkinkan pemerintah untuk dapat mengakuisisi lahan dalam waktu yang relatif singkat (masalah hukum dan perselisihan harus dapat diselesaikan dalam 74 hari kerja) dan kompensasi untuk pemilik lahan akan ditangani oleh pihak penilai independen yang sudah melalui tahap seleksi.

Hal ini bisa menjadi langkah kunci untuk memulai pembangunan infrastruktur yang saat ini sangat dibutuhkan negara dengan memberikan kepastian jangka waktu dan biaya. Investasi akan berjalan lebih lancar bila pemerintah dapat memberikan kejelasan mengenai jangka waktu pembangunan dan biaya yang dikeluarkan. Memang, masih perlu dilihat seberapa efektif UU ini dilaksanakan di Indonesia. Namun, disetujuinya RUU tersebut menunjukkan bahwa reformasi pembangunan di Indonesia masih berjalan sesuai rencana.

Dua berita ini akan saling melengkapi dan akan membantu memacu laju pertumbuhan Indonesia lebih tinggi lagi menjadi sekitar 7 persen pada tahun-tahun mendatang. Melalui sistem pembebasan lahan yang lebih sederhana dan secara simultan juga mengurangi biaya pinjaman dapat membuat sistem berinvestasi di Indonesia menjadi lebih menarik bagi para investor.

Hal ini tentu akan mendorong pembangunan infrastruktur yang sangat dibutuhkan di Indonesia seperti jalan tol, pembangkit listrik, bandar udara dan pelabuhan yang tampaknya bisa segera terwujud. Infrastruktur yang lebih baik berpotensi mengurangi biaya operasional bisnis, mengurangi penundaan dan mengendalikan tingkat inflasi.diunggah rudi