Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
EKONOMI & BISNIS

Tahun 2012, Jatim Siap ‘Berburu’ Wisnu dan Wisman 

LENSAINDONESIA.COM: Daya tarik pengunjung wisata Nusantara tahun 2011 terhadap wisata belanja Jawa Timur menjadi trend bagi kalangan Wisatawan Mancanegara. Sehingga mampu meningkatkan otonomi secara tidak langsung selain pada sektor perekonomian di sektor lain.

Kepala Dinas Pariwisata Jawa Timur, Jarianto menyebutkan, tahun ini jumlah wisatawan nusantara (Wisnu) yang masuk ke Jawa Timur sebanyak 25.184.263 orang, sedangkan untuk wisatawan mancanegara (Wisman) sebanyak 203.888.

Menurutnya, Jawa Timur sudah saatnya mempunyai kluster wisata belanja sehingga punya daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara. Seperti halnya, wilayah DI Yogyakarta, Jakarta, dan Bali, telah mendahului terbentuknya destinasi wisata belanja bagi wisman.

“Dengan tumbuh dan berkembangnya pusat perbelanjaan modern di Jawa Timur, tentunya memiliki peluang terbuka dengan pasar yang sudah ada peningkatan sekitar 5 persen dari tahun sebelumnya. Untuk selanjutnya akan segera membentuk kampung internasional, melalui wisata belanja sebagai obyek tahap awal,” ujarnya saat dikonfirmasi LICOM, Senin, (26/12/2012).

Jarianto melanjutkan, untuk tahun 2012 mendatang, wilayah Mall di Madiun dan Jember juga bisa mengadopsikan program diskon pada mall daerah kota Malang dan Surabaya pada oktober lalu, supaya pengunjung mempunyai semangat berbelanja di pasar modern.

Mengarah pada kampung Internasional, Jarianto menyebutkan kawasan Gunung Bromo sebagai wilayah tepat sasaran, dikarenakan Wisnu maupun Wisman dapat berkontribusi langsung pada masyarakat sekitar yakni, menginap dirumah warga (home stay).

“Tindak lanjut itu pun sudah melalui tahap kerjasama dengan kementrian pusat dalam rangka membentuk Destination Management Organization (DMO) kwasan bromo, terutama wilayah BTS (Bromo Tengger Semeru),”paparnya.

Sementara secara terpisah Dewan Pariwisata Jawa Timur,  Yusak Anshori mengatakan, melalui statistik data saat ini, jumlah wisman cenderung mencari produk buatan lokal. Dimana produk tersebut menjadi ciri khas serta memberikan kemudahan berbelanja.

“Beberapa terpilih mendominasikan minat wisman diantaranya, produk laut, UMKM batik dan kerajinan, yang menjadikan pilihan kualitas untuk ditawarkan,” ujarnya.

Dari tempat perbelanjaan saat ini, lanjut Yusak, ketertarikan Wisman pada wisata belanja membutuhkan akses saling terkait, misalnya kluster belanja informasi teknologi (IT) di Hitech mall, pusat Handphone di WTC, serta produk UMKM harus terintegrasikan dengan letak wilayah yang tidak terlalu jauh.

Dari sisi strategis wilayah Indonesia, Yusak meyampaikan,  Jl. Jaksa Jakarta, Bali, dan Jl.R.Prawiro Dirjo Yogkarta, sedangkan Jawa Timur masih dalam tahap proses revitalisasi.

“Idealnya kampung Internasional Jawa Timur bisa teralokasikan pada beberapa tempat transit Wisatawan Nusantara maupun Mancanegara seperti, di jantung kota yang berdekatan dengan Stasiun dan terminal, terutama kota Surabaya sudah saatnya mejadi destinasi wisata wilayah tersebut,” sambung Yusak yang juga General Manager Surabaya Plaza Hotel.

Tak hanya itu, Yusak melanjutkan, aplikasi lain dari keberadaan wisman, terwujud bagi penduduk sekitar diantaranya, interaksi wisman pada ketertarikan budaya lokal yang berdampak positif sehingga wisman menyewa masyarakat sekitar.

“Diharapkan melalui koordinasi antara pemerintah daerah dan pihak terkait, realisasinya pun cukup 1 sampai 2 tahun dapat terlaksana, dengan implementasi dibuat pilot project melakukan pelaksanannnya. ” pungkasnya.jefrey