LENSAINDONESIA.COM: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu pada jumpa pers akhir tahun 2011 di Balairung Soesilo Sudarman Gedung Sapta Pesona Jakarta, Kamis ( 29/12/2011) menyampaikan, usulan perubahan struktur Kemenparekraf yang tengah menunggu keputusan Presiden. Adanya perubahan nomenklatur dari Kemenbudpar menjadi Kemenparekraf akan disesuaikan dengan membentuk struktur baru khususnya untuk ekonomi kreatif.

“Strukturnya masing-masing ada dua Direktorat Jenderal di bidang pariwisata yaitu Ditjen Pemasaran Pariwisata dan Ditjen Pengembangan Destinasi Pariwisata, sedangkan di bidang ekonomi kreatif ada Ditjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya, dan Ditjen Ekonomi Kreatif berbasis Media, Desain dan Iptek,” kata Mari Pangestu.

Dua Ditjen di bidang ekonomi kreatif masing -masing akan membawahi tiga direktorat dan sekretariat ditjen, selain 14 sub sektor ekonomi kreatif yaitu fesyen, pasar seni dan barang antik, permainan interaktif, film video dan fotografi, kerajinan, musik, desain. periklanan, televisis dan radio, seni pertunjukkan, riset dan pengembangan, layanan komputer & piranti lunak, penerbitan dan percetakan, serta arsitektur.

Menparekraf akan memasukkan kuliner sebagai sub sektor ekonomi kreatif yang ke 15.  “Dengan demikian kuliner yang sangat erat dengan sektor pariwisata diharapkan akan lebih berkembang dan menjadi daya tarik wisatawan serta menjadi identitas Indonesia di kancah dunia ” ujar Mari.valentino