LENSAINDONESIA.COM: Jelang perayaan tahun baru 2012, dimanfaatkan sebagian pengguna mobil untuk melakukan liburan bersama keluarga. Salah satunya, konsumen roda empat melakukan service pada main dealer merk mobil Astra Group, yakni Auto 2000 di Jl A Yani, Surabaya.

Ditemui LICOM, Kamis (29/12/2011) di kantornya, Kepala Cabang Auto 2000 A Yani Surabaya, Iksir Imanuwell Thouby mengatakan, secara umum memang sudah menjadi rutinitas kunjungan servis bagi pelanggan mobil Toyota maupun merk pengguna mobil Astra Group lainnya, untuk merawat dan memelihara mesin agar tetap prima kondisinya.

“Untuk wilayah Jatim plus seperti Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan. Auto 2000 memberikan pelayanan maksimal dalam hal pemeliharaan kendaraan mobil. Tercatat, dengan total permintaan supply secara komulatif senilai Rp 1,2 milyar per hari, jumlah spare part didatangkan langsung dari Toyota Astra Motor part center-Cibitung, Jakarta. Untuk memenuhi kebutuhan spare part suku cadang resmi Toyota genuine part,” ujarnya.

Sementara, Service Manager Auto 2000, Ahmad Azkia R menambahkan, sekitar 10 persen peningkatan layanan servis mobil terjadi saat musim liburan tiba. Terbukti dengan rata-rata 65-70 unit kendaraan per hari melakukan servis dan penggantian spare part secara langsung.

“Pengunjung servis lebih didominasi pelanggan service berkala. Dimana sebagian pengguna mobil memilih main dealer resmi melakukan perawatan kendaraan guna mendapatkan standart kualitas pelayanan prima,” katanya.

Tak hanya itu, lanjut Aski, sapaan kepala bengkel Auto 2000, beberapa alasan pelanggan mobil melakukan servis, diantaranya perbaikan pedal gas dan rem, kopling, lampu, serta servis tune up kendaraan. Hal tersebut membuat responsif mekanik serta kinerja mekanik juga bertambah, termasuk melakukan service standby 24 jam buka.

Selain itu, juga dilengkapi 13 stall (tempat servis mobil) dengan 20 mekanik, 5 foreman, serta 7 service Advisor melakukan siaga melayani konsumen. “Total target penjualan sparepart pun, secara tidak langsung terpenuhi sekitar Rp 400 juta per bulan meningkat 10 hingga 11 persen dari target pertumbuhan sebesar Rp 380 juta. Jika dialokasikan selama setahun mencapai Rp 4,8 miliar,” tandasnya. *Jefry